BERITA TERKINI
Kid Chua Tinggalkan Dunia Perbankan, Kini Jalankan Warung Mie Hokkien Kaki Lima di Singapura

Kid Chua Tinggalkan Dunia Perbankan, Kini Jalankan Warung Mie Hokkien Kaki Lima di Singapura

Seorang pria bernama Kid Chua memutuskan meninggalkan kariernya di industri perbankan dan beralih menekuni usaha kuliner sebagai penjual mie kaki lima. Perjalanan pindah haluan ini tidak berlangsung mulus, namun ia terus mencoba bertahan hingga akhirnya membuka warung mie Hokkien miliknya sendiri.

Kid Chua memulai karier di sektor perbankan pada 2015 sebagai manajer customer service. Pada 2019, ia bekerja sebagai broker, tetapi merasa tidak puas dan mengundurkan diri setelah setahun. Ketidakpuasan itu mendorongnya mencari bidang lain, sekaligus mewujudkan keinginan lama untuk memiliki bisnis sendiri.

Saat pandemi Covid-19 melanda, Kid membuka usaha kuliner dengan dorongan serta dukungan pemerintah Singapura. Meski tidak memiliki latar belakang di bisnis makanan dan minuman, ia saat itu ingin membangun usaha yang berkaitan dengan kopi karena tertarik mempelajari pembuatan kopi dan latte art.

Pada 2021, ia membangun Starbrew by Laughing Cafe di 122 Bedok North Street 2. Kid mengasah kemampuan terlebih dahulu dan membuka bisnis tersebut sekitar empat bulan setelahnya. Selama pandemi, usaha kafenya disebut masih berjalan baik dan memiliki pelanggan tetap. Ia juga memperluas menu hingga mencakup makanan.

Namun, ketika memasuki masa new-normal, jumlah pengunjung menurun dan bisnisnya mengalami kerugian. Di tengah situasi itu, Kid bertemu seorang pelanggan yang kemudian menjadi temannya, seorang penjual mie Hokkien. Temannya menyarankan agar Kid menutup bistro dan bekerja di kios mie tersebut untuk mengurangi kerugian.

Setelah mempertimbangkan saran itu, Kid menutup Starbrew by Laughing Cafe pada Desember 2023 dan mulai bekerja sebagai pedagang kaki lima. Sejak saat itu, pandangannya terhadap mie Hokkien berubah. Hidangan mi khas peranakan ini memadukan mi kuning dan bihun, dimasak dengan cara ditumis menggunakan kaldu dari kepala atau kulit udang, serta dilengkapi aneka topping. Kid yang awalnya tidak menyukai menu tersebut kemudian tertarik untuk mengeksplorasinya lebih jauh.

Kid mulai bekerja di warung temannya pada Januari 2024. Pada beberapa minggu pertama, ia bertugas menerima pesanan sambil mempelajari persiapan bahan dan kaldu. Setelah tiga minggu, ia mulai diizinkan memasak mie Hokkien, tetapi belum boleh menyajikannya kepada pelanggan. Baru setelah sekitar empat bulan berlatih, ia diizinkan memasak untuk pelanggan.

Transisi dari pemilik kafe menjadi pedagang kaki lima menjadi penyesuaian besar. Ia harus menghadapi jam kerja panjang dan berdiri memasak pesanan. Meski demikian, Kid menyebut pengalaman tersebut mendorongnya belajar lebih banyak.

Pada Maret 2025, Kid keluar dari warung temannya untuk membuka usaha sendiri. Setelah mencari lokasi, ia mendapatkan unit di East Coast Lagoon Food Village, Singapura. Ia kemudian membuka warung Ah Yu Fried Prawn Noodle Hokkien Mee pada November tahun lalu.

Kini, Kid menjalankan usahanya sebagian besar sendirian, dengan bantuan istrinya pada malam hari. Tidak ada informasi rinci mengenai biaya operasional maupun pendapatan, tetapi ia menyebut penjualannya terus meningkat. Pada awalnya, bisnis berjalan lambat karena lokasinya dekat dengan gerai mie Hokkien yang populer dan adanya banyak penjual lain dengan menu serupa di kawasan tersebut.

Kid menilai persaingan sebagai hal yang wajar. Menurutnya, persaingan sehat tidak menjadi masalah dan ia merasa tidak sedang berkompetisi secara langsung, melainkan memberi lebih banyak pilihan kepada pelanggan.

Meski penjualan meningkat, ia masih menghadapi tantangan berupa jumlah pengunjung yang rendah, terutama pada akhir pekan. Kid menyatakan akan fokus menstabilkan bisnis dan membangun basis pelanggan. Ia juga mengajak orang untuk tidak takut keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru. Walau mengakui industri perbankan dinilai lebih menghasilkan, ia menyatakan tidak menyesal dan merasa berada di tempat yang lebih baik saat ini.

Di warungnya, Kid menjual beberapa varian mie Hokkien, termasuk yang ditambah topping udang dan cumi. Harga dibanderol mulai dari 6 dolar Singapura (sekitar Rp 82.680) hingga 12 dolar Singapura (sekitar Rp 165.355) untuk ukuran besar.