Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) memastikan kesiapan produksi dan distribusi bumbu serta makanan siap saji atau ready to eat (RTE) untuk layanan konsumsi jemaah haji Indonesia pada 2026 berjalan sesuai rencana. Kemenhaj menyebut seluruh rantai pasok ditargetkan berjalan optimal, mulai dari tahap produksi hingga distribusi di Arab Saudi.
Direktur Fasilitasi Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Tri Hidayatno mengatakan fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan bumbu dan RTE, ketepatan sasaran distribusi hingga ke dapur, serta mitigasi potensi kendala pengiriman sejak awal.
“Fokus kami memastikan produksi bumbu dan RTE siap, distribusinya tepat sasaran sampai ke dapur, dan seluruh potensi kendala pengiriman bisa dimitigasi sejak awal,” kata Tri di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.
Tri menyampaikan kebutuhan bumbu pada musim haji tahun ini diproyeksikan mencapai 360 ton. Jumlah itu terdiri atas 28 jenis bumbu untuk layanan di Makkah dan 23 jenis di Madinah. Perbedaan jenis serta volume disesuaikan dengan durasi layanan konsumsi di masing-masing wilayah.
Sementara itu, kebutuhan RTE juga disiapkan dalam jumlah besar mengikuti total hari operasional layanan konsumsi jemaah.
Dari sisi distribusi, sebagian pengiriman disebut telah berjalan dan bahkan ada yang sudah tiba di Jeddah. Adapun pengiriman lainnya masih dalam proses dan ditargetkan rampung paling lambat 10 April 2026, sebelum kedatangan petugas haji di Arab Saudi.
“Kami pastikan seluruh kebutuhan ini tiba tepat waktu. Jika ada kendala pengiriman, kami segera menyiapkan opsi alternatif agar tidak mengganggu layanan jemaah,” tegasnya.
Selain kelancaran distribusi, Kemenhaj juga akan melakukan pengawasan penggunaan bumbu di dapur penyedia katering. Pengawasan ini ditujukan agar bahan yang telah dikirim dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan jemaah, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan pada musim haji berikutnya.
Tri menambahkan, secara umum kesiapan produksi dan distribusi bumbu serta RTE saat ini berada pada jalur yang direncanakan, seiring upaya Kemenhaj menjaga kualitas layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia.

