BERITA TERKINI
Kemenhaj: Kesiapan Produksi dan Distribusi Bumbu serta RTE untuk Haji 2026 Sesuai Rencana

Kemenhaj: Kesiapan Produksi dan Distribusi Bumbu serta RTE untuk Haji 2026 Sesuai Rencana

Kementerian Haji dan Umrah memastikan kesiapan produksi dan distribusi bumbu serta makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) untuk layanan konsumsi jemaah haji 2026 berjalan sesuai rencana. Kepastian ini disampaikan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU).

Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi bersama para penyedia bumbu dan RTE di Jakarta pada Selasa (31/3/2026). Rapat digelar sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan operasional haji menjelang pelaksanaan layanan di Arab Saudi.

Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU, Tri Hidayatno, mengatakan pihaknya mengawal rantai pasok dari tahap produksi hingga distribusi. “Fokus kami memastikan produksi bumbu dan RTE siap, distribusinya tepat sasaran sampai ke dapur, dan seluruh potensi kendala pengiriman bisa dimitigasi sejak awal,” ujarnya.

Kebutuhan bumbu pada musim haji 2026 diproyeksikan mencapai 360 ton, terdiri atas 28 jenis untuk layanan di Makkah dan 23 jenis untuk Madinah. Perbedaan jumlah jenis bumbu tersebut disesuaikan dengan durasi pelayanan konsumsi di masing-masing wilayah. Sementara itu, kebutuhan RTE juga disiapkan dalam jumlah besar mengikuti total masa operasional haji.

Dari sisi distribusi, sebagian pengiriman disebut telah berjalan dan sudah tiba di Jeddah. Adapun pengiriman yang masih dalam proses ditargetkan rampung paling lambat 10 April 2026, sebelum kedatangan petugas haji di Arab Saudi.

Tri menegaskan pihaknya menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi hambatan pengiriman. “Kami pastikan seluruh kebutuhan ini tiba tepat waktu. Jika ada kendala pengiriman, kami segera menyiapkan opsi alternatif agar tidak mengganggu layanan jemaah,” katanya.

Selain memastikan kelancaran pasokan, Ditjen PE2HU juga berencana melakukan pengawasan penggunaan bumbu di dapur katering. Pengawasan ini ditujukan untuk memastikan pemanfaatan berjalan optimal sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi peningkatan layanan pada musim haji berikutnya.