Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyatakan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dapat menjadi sarana pemenuhan bahan baku bagi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Pegunungan.
Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT Mulyadin Malik mengatakan Kopdes Merah Putih diposisikan sebagai pilar utama dalam penyediaan bahan baku pada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Papua Pegunungan.
Menurut Malik, Kopdes Merah Putih merupakan ekosistem baru untuk mengembangkan potensi ekonomi desa atau kampung di wilayah tersebut. Ia menilai keberadaan koperasi itu akan sejalan dengan program nasional, termasuk MBG, yang berjalan di delapan kabupaten Papua Pegunungan.
Ia menjelaskan, koperasi di kampung diharapkan dapat menampung hasil bumi para petani untuk kemudian disalurkan ke dapur MBG. Pasokan dari sektor pertanian dinilai penting karena program MBG membutuhkan sumber daya pertanian yang besar.
Malik menyampaikan keyakinannya bahwa jika program dijalankan dengan baik, ekonomi masyarakat kampung dapat meningkat. Ia menilai hasil bumi yang selama ini dijual ke pasar atau tengkulak berpeluang dibeli oleh koperasi.
Terkait pendanaan, Malik menyebut sumber pembiayaan Kopdes Merah Putih antara lain berasal dari himpunan bank milik negara (Himbara) yang meliputi Bank Mandiri, BRI, dan BNI, layanan pinjaman atau pembiayaan dana bergulir (LPDB), Bank Pembangunan Daerah (BPD), serta pinjaman koperasi.
Ia menambahkan, pengajuan pembiayaan akan melalui proses verifikasi proposal oleh empat sumber pembiayaan tersebut. Kemendes PDTT berharap Kopdes Merah Putih menjalankan usaha yang sesuai dengan potensi di desa masing-masing.

