Perubahan cuaca dari hujan ke panas yang berkepanjangan berdampak pada ketersediaan sayuran di Kabupaten Sanggau. Sejumlah komoditas seperti sawi, bayam, dan kangkung dilaporkan mengalami penurunan pasokan di Pasar Sentral Sanggau akibat tanaman yang sulit tumbuh.
Upi, salah seorang pedagang di Pasar Sentral Sanggau, mengatakan cuaca panas membuat tanaman sayur kekurangan air dan lebih rentan terserang hama. Kondisi itu menyebabkan banyak petani gagal panen sehingga pasokan ke pasar menurun.
“Perubahan cuaca dari hujan ke panas menyebabkan sayur susah tumbuh, daunnya dimakan ulat dan kekurangan air. Akibatnya banyak petani gagal panen dan pasokan ke pasar jadi kosong,” ujar Upi, Jumat (23/1/2026).
Berkurangnya pasokan dari petani turut memicu kenaikan harga di tingkat pedagang. Menurut Upi, komoditas yang paling terdampak adalah kangkung, sawi, dan bayam.
“Kenaikannya signifikan, biasanya harga dari pemasok belasan ribu, sekarang Rp20.000 sampai Rp25.000 per kilogram. Kalau harga normal sawi, bayam, dan kangkung itu sekitar Rp12.000 per kilogram,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga beli membuat pedagang kesulitan memutar modal. Meski begitu, Upi mengaku tetap berjualan walau keuntungan menipis.
“Dengan keadaan seperti ini, modal kami tidak tertutup kalau harga tidak dinaikkan. Kadang rugi juga, tapi tetap dijalani supaya usaha tidak berhenti,” katanya.

