Berkunjung ke Kabupaten Rembang kerap dianggap belum lengkap tanpa mencicipi kelo mrico, sajian sayur ikan berkuah pedas-asam yang dikenal sebagai menu khas daerah pesisir. Salah satu tempat yang ramai didatangi pembeli adalah Warung Bu Yayuk di Jalan Erlangga, Desa Sumberjo, Rembang.
Warung sederhana ini nyaris tak pernah sepi saat jam makan siang. Menurut pemilik warung, Yayuk Sulistiana, kunci rasa kelo mrico terletak pada kesegaran ikan laut yang diperoleh dari tangkapan harian nelayan. Warung biasanya libur jika stok ikan segar tidak tersedia.
Ikan diolah dengan bumbu yang dihaluskan, antara lain jinten, kemiri, kunir, kencur, asam, cabai rawit, hingga merica. Kuahnya dikenal pedas dan segar, serta biasa disantap selagi hangat bersama potongan pepaya muda yang memberi sensasi kriuk.
Yayuk menyebut kelo mrico berbeda dari sayur ikan pada umumnya karena menggunakan jenis ikan laut khas pesisir dan dipadukan pepaya muda. Rasa asam dan pedas membuatnya dinilai cocok dinikmati di cuaca panas, sekaligus disebut pas untuk menghangatkan badan saat musim hujan.
Jenis ikan yang kerap digunakan antara lain manyung dan sembilang. Namun, sembilang disebut sebagai yang paling favorit. Perbedaan tekstur menjadi salah satu alasannya: manyung cenderung lebih kenyal, sedangkan sembilang lebih lembut.
Warung Bu Yayuk biasanya mulai buka pukul 10.00 dan kerap habis terjual sekitar pukul 14.00. Untuk memenuhi kebutuhan pembeli, warung ini dapat menghabiskan sekitar 40 hingga 60 kilogram ikan laut segar.
Soal harga, Yayuk menyampaikan paket komplit berisi nasi, es, dan kerupuk gratis dibanderol Rp 30 ribu untuk porsi daging. Sementara untuk kepala “super jumbo” dengan nasi dan es ditawarkan Rp 60 ribu, serta pilihan “tanggung” Rp 50 ribu.
Kepala ikan sembilang juga menjadi incaran sebagian pelanggan. Yayuk menyebut ada sensasi tersendiri saat menikmati bagian kepala, termasuk ketika memisahkan tulang-tulangnya. Tak mengherankan, pada jam makan siang area warung dipenuhi kendaraan roda dua hingga roda empat.

