Buah-buah lokal di Indonesia memiliki musim panen masing-masing. Karena itu, mengenali kalender musim buah dapat membantu masyarakat memilih waktu terbaik untuk menikmati buah dalam kondisi paling segar, sekaligus memudahkan saat ingin mencari buah tertentu yang sedang melimpah di pasaran.
Dalam kalender musim buah, sejumlah komoditas disebut memiliki periode panen terbaik di bulan-bulan tertentu. Beberapa di antaranya adalah durian, rambutan, manggis, hingga matoa yang kerap dinanti saat musimnya tiba.
Berikut rangkuman kalender musim buah berdasarkan pembagian bulanan.
Januari
Buah yang disebut berbuah baik dan dapat dipanen pada Januari adalah kedondong, rambutan, sawo, dan manggis.
Februari
Memasuki Februari, buah yang masuk daftar siap panen adalah duku, jambu biji, jeruk nipis, dan rambutan.
Maret
Pada Maret, buah yang tercatat mengisi musim panen adalah sirsak, salak, jambu biji, dan jeruk nipis.
April
April mencantumkan jeruk bali, duku, salak, dan jeruk nipis sebagai buah yang siap dipanen.
Mei
Mei menjadi waktu panen untuk kesemek, jeruk manis, dan jeruk bali.
Juni
Pada Juni, buah yang disebut siap panen adalah pisang, pepaya, dan nangka.
Juli
Juli menawarkan belimbing, lambu mate, pisang, dan melon.
Agustus
Agustus masih mencantumkan pisang, serta melon, jambu air, dan jambu mete.
September
Pada September, pisang kembali disebut dapat dinikmati, bersama jambu air dan mangga.
Oktober
Oktober menandai hadirnya durian yang banyak dinanti. Pada bulan ini juga tercantum mangga, pepaya, dan matoa.
November
Pada November, durian disebut masih dominan, diikuti matoa. Selain itu, manggis dan alpukat juga tercatat siap dipanen.
Desember
Menutup tahun, durian masih disebut dapat dipanen. Buah lain yang tercantum pada Desember adalah rambutan, sawo, dan alpukat.
Dengan memahami musim panen, masyarakat dapat menyesuaikan pilihan buah sesuai waktu terbaiknya. Kalender ini juga dapat menjadi panduan saat ingin menjelajahi ragam buah lokal Indonesia, dari yang populer seperti durian hingga buah musiman lainnya.

