Kolang kaling kerap menjadi pilihan bahan pelengkap saat Ramadan maupun campuran minuman segar. Meski begitu, sebagian orang mengeluhkan aromanya yang cenderung asam serta teksturnya yang kurang kenyal. Kondisi ini umumnya dipengaruhi proses fermentasi alami saat perendaman dan penyimpanan, serta teknik perebusan yang kurang tepat.
Berikut langkah-langkah mengolah kolang kaling agar baunya berkurang dan teksturnya lebih kenyal saat dikonsumsi.
1. Cuci bersih di bawah air mengalir
Tahap awal dimulai dengan mencuci kolang kaling menggunakan air mengalir. Cara ini membantu mengangkat lendir dan sisa cairan fermentasi yang menempel di permukaan. Pencucian disarankan dilakukan dua hingga tiga kali, sambil diremas perlahan, sampai air bilasan tampak jernih dan aroma asam berkurang.
2. Rendam dengan air beras
Setelah dicuci, kolang kaling dapat direndam dalam air beras selama 1–2 jam. Dalam buku Pangan Sehat Tinggi Kalsium Kolang-kaling & Siwalan (2015) disebutkan bahwa air beras dapat membantu mengurangi rasa dan aroma asam. Kandungan pati pada air beras dinilai mampu menyerap sebagian senyawa penyebab bau. Setelah direndam, kolang kaling perlu dibilas kembali sebelum dimasak.
3. Rebus saat air sudah mendidih
Untuk perebusan, kolang kaling sebaiknya dimasukkan ketika air sudah benar-benar mendidih, bukan sejak air masih dingin. Suhu tinggi yang stabil membantu menghentikan aktivitas mikroorganisme penyebab bau dan membuat permukaan kolang kaling lebih kencang. Rebus sekitar 10–15 menit untuk hasil yang lebih optimal.
4. Lanjutkan perebusan dengan api kecil
Setelah perebusan awal, api dapat dikecilkan agar panas meresap perlahan tanpa merusak struktur gel alaminya. Kolang kaling mengandung galaktomanan, serat yang berperan membentuk tekstur kenyal. Jika direbus dengan api terlalu besar terlalu lama, struktur ini berisiko rusak dan membuat kolang kaling menjadi lembek.
5. Rebus dua kali jika aroma masih terasa
Apabila setelah sekali direbus aroma asam masih tercium, proses perebusan dapat diulang. Perebusan kedua membantu menguapkan sisa senyawa volatil yang belum hilang pada tahap pertama. Air rebusan juga disarankan diganti dengan yang baru agar bau tidak kembali terserap.
Tips menyimpan kolang kaling agar tidak cepat bau
Penyimpanan turut menentukan apakah kolang kaling tetap segar dan kenyal. Kolang kaling sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup dan direndam dengan air matang bersih. Air rendaman dianjurkan diganti setiap hari untuk mencegah bau muncul kembali. Penyimpanan di kulkas dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Selain itu, kolang kaling sebaiknya tidak disimpan dalam kondisi kering karena teksturnya dapat mengeras.
Manfaat kolang kaling untuk kesehatan
Selain digunakan sebagai bahan makanan, kolang kaling juga dikenal memiliki sejumlah kandungan yang bermanfaat. Kolang kaling kaya serat yang membantu pencernaan dan mencegah sembelit. Bahan ini juga mengandung mineral seperti kalsium untuk mendukung kesehatan tulang, rendah kalori sehingga dapat menjadi pilihan camilan saat menjaga berat badan, serta memiliki kandungan air tinggi yang membantu menjaga hidrasi.
Dengan pencucian, perendaman, perebusan, dan penyimpanan yang tepat, aroma asam pada kolang kaling dapat berkurang dan teksturnya tetap kenyal untuk diolah menjadi berbagai hidangan.

