Mahasiswa KKN Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Dusun Kepuh, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, mendorong pengembangan olahan kacang tanah menjadi produk bernama kacang umpet. Selama ini, kacang umumnya diolah dengan cara direbus atau digoreng.
Ketua Kelompok KKN Vokasi Kepuh, Afifah Nur Adila, mengatakan kacang tanah merupakan salah satu bahan pangan lokal yang cukup melimpah di wilayah tersebut. Ia menyebut produksi kacang umpet diinisiasi oleh ibu-ibu Dusun Kepuh yang tergabung dalam UMKM Amanah.
Produksi Masih Sederhana dan Varian Rasa Terbatas
Dalam pelaksanaannya, produksi UMKM Amanah masih tergolong sederhana. Sejumlah tahapan, seperti pembentukan kulit pangsit dan pengemasan, masih menggunakan peralatan manual. Selain itu, kacang umpet yang diproduksi sebelumnya baru memiliki satu varian rasa, yakni manis.
Mahasiswa Menambah Varian Pedas Manis
Kelompok KKN Vokasi kelompok 3 kemudian berinisiatif menambah varian rasa menjadi pedas manis. Program ini melibatkan mahasiswa Prodi D4 Teknik Boga Fakultas Vokasi Kampus UNY Gunungkidul, yaitu Amita Rojaina Rosyifa, Astie Janati Aliyah, Dianita Rizki Utami, Farah Azizah, Muarifa Alfiana Munawaroh, Oscar Pasca Alvin, Putri Ayuning Purnama Sari, Siti Aisyah Sekar Arum, Sri Rahma Diandra Sufi, dan Yumna Amru Pranovta.
Putri Ayuning Purnama Sari menjelaskan bahan kulit untuk kacang umpet pedas manis menggunakan tepung terigu, tepung kanji, garam, minyak goreng, dan air hangat. Sementara bahan perasa pedas manis terdiri atas cabai merah, bawang merah, gula merah, dan garam.
Komposisi dan Tahapan Pembuatan
- Bahan kulit: 500 gram tepung gandum, 40 gram tepung kanji, garam secukupnya, penyedap secukupnya, 3–4 sdm minyak goreng, dan 300 ml air panas hingga adonan empuk.
- Isian: kacang tanah yang disangrai terlebih dahulu agar tidak meletup-letup.
- Perasa manis: 200 gram gula dan 300 ml air panas.
- Perasa manis pedas: 100 gram cabai merah, 5 siung bawang putih, 5 siung bawang merah, 3 buah gula merah, air asam Jawa secukupnya, daun jeruk secukupnya, garam 1 1/2 sdm, dan gula pasir 3 sdm.
Proses pembuatan dilakukan dengan menyangrai kacang tanah, lalu menyiapkan adonan kulit yang dipipihkan menggunakan penggiling dan dipotong persegi kecil. Potongan kulit kemudian diisi kacang dan digulung secara diagonal. Ujung kulit diolesi air agar merekat. Setelah itu, kacang umpet digoreng bersama larutan gula hingga mengering sebelum siap dikonsumsi.
Pendampingan Foto Produk dan Pengemasan
Selain inovasi rasa, mahasiswa KKN UNY juga memberikan pendampingan pembuatan foto produk. Pengemasan dibuat lebih menarik menggunakan toples, dilengkapi stiker atau label produk yang mencantumkan desain logo untuk meningkatkan nilai jual.
Harapan Produksi Lebih Kontinu
Kepala Dukuh Kepuh Pacarejo Semanu, Slamet, menyatakan gembira dengan adanya pelatihan tersebut. Menurutnya, selama ini UMKM Amanah memproduksi kacang umpet dengan menunggu pesanan sehingga sifatnya masih tentatif. Ia berharap pelatihan ini dapat mendorong UMKM Amanah memproduksi kacang umpet secara kontinu agar menambah pendapatan warga.

