Menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah bahan masakan di Banyumas mengalami kenaikan harga. Salah satu yang paling terasa adalah bumbu-bumbu masakan yang banyak dicari warga di Pasar Manis Purwokerto.
Idol, pemilik toko bumbu masakan di Pasar Manis, mengatakan penjualan di kiosnya meningkat seiring datangnya Ramadan. Ia menyebut kiosnya mulai dipadati pelanggan yang ingin menyetok kebutuhan bumbu untuk persiapan memasak selama Ramadan.
“Biasanya yang banyak beli cabai, iya, bumbu-bumbu itu, bawang putih ya banyak biasanya,” kata Idol saat ditemui di Pasar Manis, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, meningkatnya permintaan turut berdampak pada harga jual. Kondisi tersebut dapat semakin terasa ketika pasokan rempah-rempah dari pengepul menipis.
Komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan adalah cabai. Idol menyebut kenaikannya dapat mencapai Rp20.000 per kilogram dan diperkirakan masih berlanjut hingga mendekati Hari Raya Idulfitri. “Biasanya cabai. Cabai dari ini, kemarin 60 (ribu), sekarang 80 (ribu),” ujarnya.
Selain cabai, bumbu masakan giling juga ikut naik. Kenaikan ini dipengaruhi harga rempah-rempah yang menjadi bahan baku bumbu giling.
Untuk mengantisipasi lonjakan pesanan selama Ramadan, pedagang mulai menambah stok dari pengepul. Idol menyebut penambahan stok bisa mencapai 1–2 kilogram lebih banyak dibanding biasanya. “Biasanya 5 kilo, ya jadi 7 kilo apa 8 kilo,” katanya.
Kenaikan harga tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga pembeli. Lili, salah seorang pembeli di Pasar Manis, menilai lonjakan harga bumbu menjelang Ramadan cukup memberatkan, terutama bagi ibu rumah tangga yang harus mengatur pengeluaran harian.
“Memberatkan lah ya, Ibu rumah tangga kan harus seirit mungkin kalau untuk apa, kebutuhan sehari-hari gitu. Kalau kenaikan ya jelas berat lah. Umpamanya kayak pemasukannya ajek gitu ya, tapi kenaikannya melonjak itu kan pasti keberatan gitu,” kata Lili.

