Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) DKI Jakarta menyayangkan aksi mogok jualan yang dilakukan pedagang daging sapi di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ketua IKAPPI DKI Jakarta, Miftahudin, menilai momentum hari besar keagamaan semestinya menjadi perhatian bersama agar pasokan pangan tetap terjaga.
“Sikap kami dari IKAPPI DKI Jakarta terkait aksi mogok jualan yang dilakukan pedagang sapi tentu sangat menyayangkan hal ini terjadi disaat kebutuhan akan daging sapi tinggi mengingat mendekat momentum hari besar ramadhan dan idul fitri,” kata Miftahudin, Minggu (25/1/2026).
Meski demikian, IKAPPI menyatakan memahami dan memaklumi aksi tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi pedagang. Namun, Miftahudin menegaskan perlunya intervensi cepat dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan), agar persoalan tidak berlarut-larut dan tidak menimbulkan kerugian lebih luas.
“Kami mencoba memahami dan memaklumi aksi teman-teman, Tapi tentu harus ada intervensi cepat dari pemerintah dalam hal ini Kementan,” ujarnya.
Aksi mogok dagang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026), dan disebut berlangsung di seluruh pasar serta rumah potong hewan (RPH) se-Jabodetabek. Walaupun pada Sabtu (24/1/2026) telah ada kesepakatan untuk mengakhiri mogok, dampaknya masih terasa di pasar tradisional, khususnya wilayah DKI Jakarta.
Sejumlah pedagang mengeluhkan stok daging sapi yang menipis, bahkan ada yang kosong, sehingga hanya dapat menjual tulangan. Situasi itu juga membuat hanya sebagian kecil pedagang yang berani membuka lapak.
IKAPPI menilai mogok jualan tersebut memicu efek domino, terutama ketika keseimbangan pasokan dan permintaan terganggu. Kondisi itu disebut berdampak pada lonjakan harga daging sapi dalam beberapa hari terakhir, yang tidak hanya dirasakan pedagang pasar tradisional, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen.
“Tentu sangat ada efek domino dari peristiwa ini, ketika supply and demand tidak stabil maka harga melambung tinggi, tentu bukan hanya kami dari pasar tradisional yang terdampak, begitu pula masyarakat pembeli yang pasti kaget dengan lonjakan harga beberapa hari ini,” kata Miftahudin.
Terkait pemulihan pasokan, Miftahudin menyampaikan informasi dari pedagang di Pasar Kebayoran Lama bahwa distribusi stok daging sapi baru mulai berjalan pada malam hari. “Info dari teman-teman pedagang di pasar kebayoran lama, infonya akan mulai ada distribusi stock daging sapi, semoga ini bener terjadi agar stock aman dan perputaran aman dikalangan pasar tradisional,” ujarnya.
IKAPPI berharap distribusi tersebut benar-benar terealisasi sehingga ketersediaan pasokan kembali aman dan aktivitas ekonomi di pasar tradisional dapat kembali normal.

