BERITA TERKINI
Ida Nurlaela Ingatkan Risiko Penurunan Mutu Beras Bulog Akibat Stok Lama di Gudang

Ida Nurlaela Ingatkan Risiko Penurunan Mutu Beras Bulog Akibat Stok Lama di Gudang

Jakarta — Anggota Komisi VI DPR RI, Ida Nurlaela Wiradinata, mengapresiasi kinerja Perum Bulog dalam perencanaan serta kecepatan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Ia menilai bantuan tersebut dirasakan manfaatnya, terutama ketika masyarakat berada dalam kondisi membutuhkan.

“Alhamdulillah Bulog bisa memberikan bantuan dengan sangat cepat dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ida dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI bersama jajaran Bulog di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Meski memberikan apresiasi, Ida menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya perlu segera mendapat perhatian serius. Salah satu yang disorot adalah masalah penyimpanan dan penurunan mutu beras akibat stok yang terlalu lama tersimpan di gudang.

“Risiko penurunan mutu beras ini sangat besar dan berpotensi menimbulkan disposal atau beras terbuang jika gudang tidak dikelola secara optimal,” tegasnya.

Selain isu penyimpanan, Ida juga menyinggung distribusi yang sempat terhambat, persoalan verifikasi data Keluarga Penerima Manfaat, tata kelola harga yang dinilai masih mahal, hingga dugaan praktik penyimpangan meski stok beras dalam kondisi melimpah.

Ia turut menyoroti tantangan operasional Bulog, termasuk keterbatasan fasilitas pengering (dryer) dan pengelolaan kadar air. Menurutnya, hal tersebut berdampak pada kualitas beras SPHP yang dinilai kurang pulen oleh masyarakat.

“Bulog adalah lembaga yang ditugaskan negara untuk menjaga kualitas beras nasional. Ini tanggung jawab besar,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ida juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap petani. Ia menyebut mayoritas masyarakat Indonesia adalah petani, sehingga kebijakan pangan tidak semestinya membuat mereka terus merugi.

“Bulog harus menjadi jembatan kesejahteraan petani, bukan sebaliknya,” pungkasnya.