SURABAYA — Menjelang Ramadan, pilihan menu berbuka puasa di Surabaya semakin beragam. Salah satunya ditawarkan Hotel 88 Kedungsari melalui tema “Taste of Journey”, yang menghadirkan ragam hidangan lintas negara dalam satu tempat.
Head of Chef Hotel 88 Kedungsari, Tri, mengatakan konsep tersebut menggabungkan menu Chinese, Western, serta dessert yang banyak diambil dari cita rasa Nusantara, seperti es campur. Selain itu, tersedia pula pilihan menu ala Timur Tengah.
“Tema kami Taste of Journey. Lidah kita akan dimanjakan dengan makanan Chinese, Western. Dessert nya banyak dari Nusantara, seperti es campur,” kata Tri pada Rabu, 11 Februari 2026.
Tri menyebut beberapa menu lain yang disajikan, seperti Turkish pizza, shawarma, dan roti kari. Untuk menu Middle East, hotel ini menyiapkan beragam pilihan, di antaranya nasi mandhi, nasi biryani, nasi kabsah, nasi kebuli, nasi maglubah, maryam kuah kari, shawarma, Turkish pizza, serta assorted skewer. Menu-menu tersebut direncanakan berganti atau dirotasi setiap hari.
Hotel Manager Hotel 88 Kedungsari, Maria Irma, menjelaskan bahwa menu berbuka puasa kerap identik dengan tema Timur Tengah. Namun, pihaknya juga menghadirkan masakan Nusantara agar lebih familiar bagi pengunjung.
“Bukber biasanya bertema Middle East. Namun, agar lebih familiar dan bisa dinikmati oleh pengunjung, kami juga hadirkan menu masakan Nusantara,” ujar Maria.
Menu Nusantara yang disajikan mencakup makanan berat maupun pendamping. Beberapa di antaranya nasi goreng sosis dan ayam, ayam goreng bumbu pedas, serta mi ayam. Untuk hidangan pendamping, tersedia bubur hingga polo pendem. Hotel ini juga menghadirkan “sweet corner” berisi aneka kue, puding, dan jajanan pasar sebagai pencuci mulut.
Maria menyebut “Taste of Journey” hanya tersedia selama Ramadan, yakni mulai 19 Februari hingga 18 Maret 2026. Selama waktu berbuka, Hotel 88 Kedungsari juga menggelar live music dan doorprize setiap hari.
Salah satu pengunjung, Hesty, mengaku telah mencoba seluruh menu buffet all-you-can-eat yang disediakan. Ia menyebut bubur spesial tradisional sebagai menu favoritnya untuk berbuka.
“Yang paling saya suka bubur spesial tradisional, karena buat buka puasa nanti tasty -nya bakalan lebih kerasa,” ungkap Hesty.
Menurutnya, harga yang ditawarkan masih terjangkau dan sepadan dengan variasi menu. Ia juga menilai Turkish pizza yang disajikan tetap sesuai dengan selera warga Surabaya. “Menu spesialnya, Pizza Turki, juga masih masuk di lidah orang Surabaya,” tambahnya.
Melalui konsep lintas budaya, Hotel 88 Kedungsari menghadirkan pilihan menu yang beragam selama Ramadan, lengkap dengan suasana hiburan saat waktu berbuka.

