Harga pangan nasional pada Minggu (24/5/2026) terpantau berfluktuasi. Badan Pangan Nasional (BPN) mencatat mayoritas komoditas mengalami penurunan, meski sejumlah komoditas lain bergerak naik.
Penurunan paling dalam terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah besar turun 5,60 persen atau Rp 2.040 menjadi Rp 34.391 per kilogram. Cabai merah keriting juga turun 5,21 persen atau Rp 1.890 menjadi Rp 34.373 per kilogram. Sementara cabai rawit merah terkoreksi 2,92 persen atau Rp 1.483 menjadi Rp 49.221 per kilogram.
Komoditas bumbu dapur lain turut melemah. Bawang merah turun 3,36 persen atau Rp 1.373 menjadi Rp 39.492 per kilogram. Bawang putih bonggol turun 1,07 persen atau Rp 411 menjadi Rp 38.001 per kilogram.
Harga kedelai biji kering impor tercatat turun 1,15 persen atau Rp 126 menjadi Rp 10.793 per kilogram. Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras turun 0,86 persen atau Rp 333 menjadi Rp 38.596 per kilogram. Daging kerbau beku impor turun 0,97 persen atau Rp 1.067 menjadi Rp 109.122 per kilogram, sedangkan daging kerbau segar lokal turun 1,01 persen atau Rp 1.414 menjadi Rp 138.864 per kilogram.
Untuk bahan pangan olahan, tepung terigu curah turun 0,45 persen atau Rp 43 menjadi Rp 9.587 per kilogram. Tepung terigu kemasan turun 1,13 persen atau Rp 145 menjadi Rp 12.717 per kilogram.
Di sektor minyak goreng, Minyakita turun 0,98 persen atau Rp 173 menjadi Rp 17.456 per liter. Minyak goreng curah turun 0,36 persen atau Rp 63 menjadi Rp 17.558 per liter. Namun minyak goreng kemasan naik tipis 0,23 persen atau Rp 47 menjadi Rp 20.915 per liter.
Pergerakan berbeda juga terlihat pada komoditas beras. Beras premium tercatat turun 0,35 persen atau Rp 54 menjadi Rp 15.473 per kilogram. Di sisi lain, BPN mencatat kenaikan pada beberapa komoditas, termasuk beras medium non SPHP dan daging sapi murni.

