BERITA TERKINI
Harga Cabai, Bawang Merah, dan Tomat di Kota Gorontalo dan Bone Bolango Berbeda, Ini Pemicunya

Harga Cabai, Bawang Merah, dan Tomat di Kota Gorontalo dan Bone Bolango Berbeda, Ini Pemicunya

Kebutuhan bahan pangan, termasuk rempah-rempah, di Gorontalo dilaporkan terus meningkat, terutama menjelang Ramadan. Seiring kondisi tersebut, sejumlah komoditas kebutuhan pokok mulai menunjukkan tren kenaikan harga. Namun, harga beberapa bahan dapur tercatat berbeda antara Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, meski kedua daerah ini bersebelahan.

Komoditas seperti cabai, bawang merah, dan tomat tercatat lebih mahal di Pasar Rabu Bone Bolango dibandingkan Pasar Sentral Kota Gorontalo. Di Pasar Sentral, cabai dijual sekitar Rp55.000 per kilogram, bawang merah Rp45.000 per kilogram, dan tomat Rp10.000 per kilogram. Sementara itu, di Pasar Rabu Bone Bolango, harga cabai mencapai Rp60.000 per kilogram, bawang merah Rp50.000 per kilogram, dan tomat Rp13.000 per kilogram.

Selisih harga cabai dan bawang merah mencapai Rp5.000 per kilogram, sedangkan tomat terpaut Rp3.000 per kilogram. Meski perbedaannya tidak terlalu jauh, kondisi ini dirasakan pembeli karena ketiga komoditas tersebut merupakan bahan utama kebutuhan dapur sehari-hari.

Pedagang cabai di Pasar Sentral, Nurhayati Abdullah, mengatakan harga masih bertahan karena pasokan dari daerah pemasok belum sepenuhnya stabil. Menurutnya, jumlah barang yang masuk ke pasar memengaruhi harga jual di tingkat pedagang. “Kalau kiriman banyak, harga biasanya turun. Sekarang stoknya belum terlalu banyak, jadi harga masih seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang bawang merah di Pasar Rabu Bone Bolango, Rahmat Hidayat, menilai perbedaan harga dipengaruhi oleh sistem hari pasar dan ongkos distribusi. Ia menyebut lonjakan pembeli saat hari pasar tidak selalu diimbangi dengan pasokan barang yang memadai. “Kalau hari pasar, pembeli ramai sekali. Tapi barang yang datang kadang terbatas, jadi harga sedikit lebih tinggi dibanding di kota,” katanya.

Di sisi lain, pembeli mulai menyiasati kondisi tersebut dengan membandingkan harga sebelum berbelanja dalam jumlah besar. Aminah, warga Bone Bolango, mengaku kini lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran rumah tangga. Menurutnya, selisih beberapa ribu rupiah per kilogram cukup berdampak jika membeli dalam jumlah banyak.

Warga berharap ketersediaan pasokan tetap terjaga agar harga bahan pokok tidak mengalami lonjakan, terutama menjelang periode meningkatnya kebutuhan masyarakat.