JAKARTA — Hampers Lebaran bertema ketahanan pangan mulai dilirik sebagai alternatif bingkisan yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga fungsional. Alih-alih berisi makanan olahan siap santap, konsep ini menonjolkan bahan pangan segar yang bisa langsung diolah di dapur, sekaligus menyampaikan pesan tentang kemandirian pangan dan keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Kreator muda Irfan Wahid mengungkapkan kekagumannya terhadap hampers Lebaran yang ia terima dari Presiden Prabowo Subianto. Melalui unggahan di akun Instagram @ipangwahid, putra almarhum Salahuddin Wahid itu memperlihatkan isi bingkisan yang berbeda dari kebiasaan.
Dalam unggahan tersebut, hampers tampak berisi aneka sayuran, buah, dan rempah. Beberapa di antaranya adalah selada, kecombrang, sawi, cabai merah dan cabai keriting, ketimun, labu siam, pisang, serta bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan jeruk nipis. Keranjang itu juga dilengkapi telur puyuh.
Ipang turut menampilkan contoh berbagai hidangan khas Nusantara yang bisa diolah dari bahan-bahan tersebut, seperti ayam goreng, telur puyuh balado, ikan bakar, tumis sawi, serta aneka lalapan lengkap dengan sambal.
Menurut Ipang, hampers itu terasa berbeda karena bingkisan Lebaran umumnya identik dengan kue-kue manis. “Kok bisa keren. Hampers Lebaran biasanya identik dengan manis-manis. Ada nastar, kadang brownies, atau kue lapis. Tapi yang ini berbeda. Isinya justru bahan dapur. Cabai, bawang, sayur, telur, pisang sampai berbagai macam sayuran,” tulisnya.
Ia juga sempat mempertanyakan maksud di balik bingkisan tersebut. “Apa yang kirim hampers ini minta kami untuk belajar masak atau gimana ya?” lanjutnya. Rasa penasaran itu kemudian ia jawab dengan mencoba mengeksplorasi berbagai kemungkinan menu dari bahan yang ada, termasuk untuk hidangan sahur, dengan bantuan kecerdasan buatan.
Ipang menilai hampers itu membawa pesan sederhana namun bermakna terkait pentingnya ketahanan pangan. “Bisa jadi, mungkin ini cara sederhana mengingatkan bahwa ketahanan bangsa kadang dimulai dari dapur yang mengepul. Karena pada akhirnya, negara yang kuat adalah negara yang dapur rakyatnya tetap hidup,” jelasnya.
Di akhir unggahannya, Ipang menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. “Terima kasih Bapak Presiden @prabowo atas hampers kerennya. Terima kasih juga Pak Seskab @tedsky89. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” tulis Ipang.
Konsep hampers berbasis bahan pangan segar ini dinilai tidak hanya unik, tetapi juga sarat nilai edukatif. Selain mendorong kreativitas dalam memasak, pendekatan tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya kemandirian pangan sebagai salah satu pilar kekuatan bangsa.

