Gadang Gerobak Padang memperkenalkan skema kemitraan berbasis sistem autopilot dalam pameran FLEI Expo 2026 yang berlangsung di NICE PIK 2, Jakarta, pada 9–11 Oktober 2026. Melalui skema ini, merek kuliner khas Minang tersebut menawarkan opsi bagi calon investor yang ingin memiliki usaha kuliner tanpa terlibat langsung dalam pengelolaan teknis harian.
Dalam penjelasannya di lokasi pameran, perwakilan Gadang Gerobak Padang menyampaikan bahwa operasional harian dikelola secara terpusat oleh manajemen pusat. Pengelolaan tersebut mencakup pengaturan tenaga kerja, penggajian, operasional, hingga cicilan aset. Skema ini ditujukan untuk pemodal pasif yang ingin menjalankan bisnis dengan dukungan manajemen internal merek.
Selain menawarkan kemudahan operasional, perusahaan juga menekankan skema bagi hasil yang disebut transparan. Perwakilan Gadang Gerobak Padang menyebut komposisi pembagian laba bersih sebesar 70% untuk mitra dan 30% untuk pihak manajemen. Mitra juga disebut dapat memantau penjualan harian melalui dashboard, sehingga tidak perlu menyusun laporan penjualan secara manual.
Selama pameran, manajemen menawarkan dua opsi paket kemitraan dengan potongan harga. Paket pertama, Independent Ownership, didiskon 15% dari harga normal Rp35.000.000 menjadi Rp29.700.000. Dalam paket ini, mitra dikenakan royalti 5% dari profit bersih dan memperoleh fasilitas berupa satu unit gerobak berdaya 650 watt dengan pelindung penuh, payung, wadah saji stainless, seragam karyawan, serta paket kemasan perdana sebanyak satu rim.
Paket kedua yang ditawarkan adalah Autopilot Partnership, didiskon dari harga normal Rp65.000.000 menjadi Rp55.200.000. Paket ini mencakup fasilitas satu unit gerobak listrik berdaya 800 watt, bebas biaya garasi dan perawatan gerobak selama dua tahun pertama, kelengkapan mitra kit, dukungan District Manager dari kantor pusat, serta sistem rekonsiliasi laporan keuangan terpusat yang terintegrasi dengan mesin EDC perbankan utama.
Manajemen juga menyampaikan rencana ekspansi di sejumlah wilayah. Berdasarkan peta rencana korporasi yang dipaparkan, perusahaan menargetkan pembukaan lima gerobak di Bali, lima gerobak di Surabaya, dan empat gerobak di Malang. Persiapan ekspansi juga disebut berlangsung untuk wilayah Bandung, Yogyakarta, dan Kediri.
Selain paket gerobak, Gadang Gerobak Padang memperkenalkan paket Auto Pilot – Stand dengan nilai investasi Rp62.000.000 untuk konsep operasional menetap. Paket ini mencakup fasilitas rak display produk, pasokan tenaga kerja terlatih, sistem penggajian karyawan terpusat, seragam kerja, serta akses dashboard pemantauan transaksi harian secara realtime.
Perusahaan turut menampilkan simulasi finansial sebagai acuan proyeksi bagi calon mitra. Berdasarkan rekam jejak operasional di lapangan, konsep stand diproyeksikan menghasilkan estimasi laba bersih sekitar Rp6.000.000 hingga Rp10.000.000 per bulan, dengan catatan angka dapat berubah bergantung pada lokasi, efisiensi operasional, dan kondisi pasar setempat.
Dari sisi produk, merek ini menonjolkan menu khas Padang dengan tambahan kondimen singkong goreng pada setiap sajian. Strategi tersebut disebut ditujukan agar porsi terlihat lebih melimpah, dengan harga mulai Rp13.000 per porsi.