Festival Uta Dada kembali digelar di Kabupaten Sigi sebagai upaya melestarikan kuliner tradisional khas Kaili sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor kuliner dan pariwisata.
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia menyiapkan 1.000 porsi uta dada gratis untuk dibagikan kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Balane, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Senin (1/6/2026) hingga malam hari.
Festival diawali dengan penilaian lomba masakan uta dada yang diikuti peserta dari berbagai wilayah. Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Telusur Rasa atau Utadada Fest yang bertujuan memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat luas.
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, Festival Telusur Rasa tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan warisan kuliner daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta, pelaku usaha kuliner, komunitas, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini,” ujar Rizal.
Ia menegaskan, festival tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan kuliner daerah, melestarikan warisan budaya, serta mendorong ekonomi masyarakat melalui sektor kuliner dan pariwisata.
Rizal juga menyebut kuliner merupakan bagian penting dari identitas suatu daerah karena di balik setiap sajian tersimpan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, uta dada adalah salah satu kekayaan kuliner khas Kaili yang patut dijaga dan dibanggakan bersama.
Melalui kegiatan ini, ia berharap muncul inovasi dan kreasi baru tanpa meninggalkan cita rasa autentik yang menjadi ciri khas masakan tersebut.

