BERITA TERKINI
Festival Literasi Jombang 2026 Angkat Warisan Kuliner Lewat Peluncuran Buku Gastronomi

Festival Literasi Jombang 2026 Angkat Warisan Kuliner Lewat Peluncuran Buku Gastronomi

Festival Literasi Kabupaten Jombang 2026 resmi dibuka di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (13/10/2026). Salah satu agenda utamanya adalah peluncuran buku Gastronomi Njombangan: Warisan Kuliner di Meja Kekinian, yang mendokumentasikan kekayaan kuliner lokal agar lebih dikenal generasi muda dan dapat menembus ruang modern.

Festival yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Jombang ini berlangsung hingga Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-116 Kabupaten Jombang.

Bunda Literasi Kabupaten Jombang, Hj. Yuliati Nugrahani Warsubi, menekankan pentingnya membangun budaya membaca dan menulis sejak dini. Ia menyampaikan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, keberanian menyampaikan pendapat, serta kreativitas anak.

Yuliati juga mengingatkan generasi muda agar tidak semata menggunakan telepon seluler untuk hiburan. Menurutnya, perangkat tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana mencari ilmu dan mempelajari hal-hal baru.

Ia mengajak keluarga, sekolah, dan komunitas untuk turut berperan membangun kebiasaan membaca sekaligus membentengi anak-anak dari informasi bohong atau hoaks. Yuliati menilai Jombang memiliki kekayaan budaya, sejarah, tradisi, dan pengalaman masyarakat yang layak diperkenalkan lebih luas melalui karya tulis.

“Semakin banyak karya yang lahir dari penulis lokal, semakin besar peluang kekayaan dan identitas Jombang dikenal oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

Kepala Dispersip Kabupaten Jombang, Thonsom Pranggono, menjelaskan festival ini dirancang sebagai ruang apresiasi dan kolaborasi bagi masyarakat untuk menampilkan karya serta kreativitas di bidang literasi. Peluncuran buku gastronomi disebut menjadi salah satu upaya mengenalkan warisan kuliner khas Jombang melalui dokumentasi tertulis, dengan memandang kuliner bukan sekadar sajian makanan, melainkan bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah.

Pembukaan festival turut diisi bedah buku bersama Gus Didin, santunan anak yatim, pertunjukan seni, tur Pendopo bersama Guk Yuk Jombang, serta pameran dan bazar literasi.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Rabu (14/10/2026) melalui mendongeng ceria dan lokakarya edukatif bersama Kak Zakky. Pada malam harinya, pengunjung dapat mengikuti pertunjukan monolog dan diskusi interaktif bertema Ecocriticism dalam Panggung Teater.

Pada Kamis (15/10/2026), agenda festival mencakup dramatisasi, teatrikal, musikalitas puisi, diskusi sastra anak, hingga malam penganugerahan lomba literasi. Penutupan resmi dijadwalkan dilakukan oleh Bupati Jombang.

Melalui festival ini, literasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Tantangannya, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan, adalah menjadikan membaca sebagai kebiasaan, menulis sebagai ruang berkarya, serta mendokumentasikan potensi lokal Jombang agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.