BERITA TERKINI
Es Teh Jumbo Populer, Penikmat Teh Ini Tetap Menjagokan Teh Angkringan

Es Teh Jumbo Populer, Penikmat Teh Ini Tetap Menjagokan Teh Angkringan

Es Teh Jumbo menjadi salah satu minuman yang mudah ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Gerai minuman dengan konsep ready to drink ini hadir dari jalanan kota besar hingga gang-gang di pelosok kampung, membuatnya akrab bagi banyak orang.

Dari sisi rasa, Es Teh Jumbo dinilai mudah diterima. Rasanya tidak disebut istimewa, namun cukup untuk menghilangkan dahaga. Merek ini juga menawarkan variasi rasa, seperti leci, melon, mangga, hingga stroberi. Kemasan cup yang disegel plastik dan dilengkapi logo memberi kesan premium yang disukai pasar.

Meski demikian, penulis dalam artikel ini menyatakan lebih memilih teh angkringan ketika diminta merekomendasikan minuman teh. Ada beberapa alasan yang dikemukakan, mulai dari rasa, pengalaman sosial, hingga konsistensi penyajian.

Pertama, teh angkringan disebut memiliki rasa yang lebih “nendang”. Penulis mengakui selera bersifat subjektif, namun bagi dirinya, perpaduan rasa sepet dan manis pada teh angkringan terasa lebih pas. Racikan teh angkringan digambarkan sebagai hasil pertimbangan dan kebiasaan berjualan selama bertahun-tahun, serta tetap nikmat meski ditambah bahan lain seperti gula, jahe, atau jeruk, baik disajikan dingin maupun panas.

Kedua, minum teh di angkringan dinilai memberi pengalaman yang lebih “kalcer” atau kultural. Penulis menyoroti suasana angkringan, terutama di daerah yang dikenal sebagai asal-usul angkringan atau hik seperti Klaten, Yogyakarta, dan Solo. Menyesap teh sambil berbincang disebut bukan sekadar aktivitas melepas dahaga, melainkan pengalaman sosial yang telah menjadi bagian dari budaya selama puluhan tahun.

Berbeda dengan itu, Es Teh Jumbo dipandang lebih berorientasi pada fungsi menyegarkan tenggorokan. Konsep minuman kemasan yang populer dalam beberapa tahun terakhir ini dinilai tidak menawarkan pengalaman nongkrong maupun nuansa kultural seperti yang dirasakan di angkringan.

Ketiga, penulis menilai rasa teh angkringan lebih terjaga karena dibuat ketika ada pesanan. Pembeli juga dapat melihat langsung proses pembuatannya, sehingga menurut penulis, penjual lebih sulit untuk “main-main” dengan minuman yang disajikan. Sementara itu, Es Teh Jumbo disebut tidak selalu demikian karena ada penjual yang dinilai tidak menjaga kualitas, misalnya menggunakan seduhan sebelumnya hingga memunculkan rasa asam yang dianggap aneh.

Di sisi lain, penulis tetap mengakui keunggulan Es Teh Jumbo pada kemasan dan pilihan rasa yang beragam. Namun, kelebihan tersebut disebut seolah tertutupi oleh keunggulan teh angkringan, terutama ketika disajikan hangat.

Pada akhirnya, pilihan antara teh angkringan dan Es Teh Jumbo dikembalikan pada selera masing-masing. Penulis menegaskan tidak ada yang salah dengan preferensi orang lain, namun untuk dirinya, teh angkringan tetap menjadi pilihan utama karena dinilai tidak hanya enak dan meredam dahaga, tetapi juga menghadirkan pengalaman sosial dan kultural yang berkesan.