Rasa kantuk kerap menjadi hambatan saat belajar. Baru beberapa menit membaca atau menyimak materi, mata terasa berat dan menguap datang berulang kali. Kondisi ini bisa terjadi saat belajar mandiri maupun di kelas, dan pada berbagai kelompok usia.
Penyebab cepat mengantuk saat belajar
Kantuk saat belajar dapat dipicu oleh sejumlah kondisi. Salah satunya adalah makan terlalu berlebihan. Umumnya, rasa kantuk setelah makan merupakan hal yang wajar dan biasanya akan hilang setelah beberapa saat. Namun, ketika porsi makan terlalu banyak hingga merasa kekenyangan, kantuk bisa lebih kuat dan sulit hilang saat belajar.
Selain itu, kantuk berlebihan juga dapat berkaitan dengan hipersomnia, yakni kondisi ketika seseorang terus mengantuk sepanjang hari atau menghabiskan waktu terlalu lama untuk tidur. Pada pengidap hipersomnia, aktivitas yang memerlukan konsentrasi dapat memicu kantuk yang sangat kuat, bahkan meski pada malam sebelumnya sudah tidur cukup.
Cara menghilangkan ngantuk saat belajar
Berikut enam cara yang dapat dicoba untuk membantu mengurangi kantuk saat belajar secara alami:
- Berdiri lalu bergerak. Saat belajar mandiri, cobalah berdiri dan berjalan-jalan sebentar. Aktivitas ringan dapat membuat jantung memompa darah lebih cepat sehingga energi terasa kembali dan konsentrasi meningkat. Cara ini juga dapat membantu mengurangi stres, misalnya menjelang ujian.
- Gunakan cahaya yang memadai. Tubuh merespons sinyal lingkungan, termasuk cahaya dan kegelapan. Belajar dengan pencahayaan redup dapat memicu kantuk, terutama bila terbiasa tidur dalam kondisi gelap. Pencahayaan yang cukup dapat membantu tubuh menerima sinyal untuk tetap terjaga.
- Duduk dengan tegak. Posisi duduk yang tegak dapat membantu menahan rasa kantuk dibanding duduk bersender atau belajar sambil berbaring. Saat berbaring, aktivitas sistem saraf yang terkait dengan istirahat cenderung meningkat, sedangkan duduk tegak membantu menjaga fokus.
- Konsumsi makanan sehat. Pilih camilan yang tepat agar tetap bertenaga. Cokelat dapat dikonsumsi saat kadar gula darah menurun, tetapi sebaiknya secukupnya. Alternatif lain adalah yoghurt dan buah-buahan segar.
- Perbanyak minum air. Cairan yang cukup membantu darah membawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan otak sehingga fokus terjaga. Sebaliknya, dehidrasi dapat memicu kelelahan, emosi lebih mudah naik, dan rasa mengantuk saat berkonsentrasi.
- Tidur yang cukup. Kurang tidur dan gangguan tidur dapat menyebabkan kantuk pada siang hari, termasuk saat belajar. Menjaga kualitas tidur malam penting dilakukan. Selain itu, tidur siang juga dapat membantu memulihkan energi dan, berdasarkan penelitian tahun 2019, dapat membantu meningkatkan memori belajar.
Jika kantuk terasa berlebihan dan terus berulang meski pola tidur sudah cukup, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan seperti hipersomnia dan perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

