Lemon kerap hanya menjadi hiasan di bibir gelas atau pelengkap aroma masakan. Namun di balik rasa asamnya, buah berwarna kuning ini menyimpan sejumlah kandungan yang dinilai bermanfaat bagi kesehatan, mulai dari dukungan daya tahan tubuh hingga peran tertentu dalam metabolisme.
Sejumlah ahli gizi, antara lain Lacy Puttuck, RDN, Mia Syn, RDN, dan Bonnie Roney, RD, menjelaskan beberapa alasan lemon layak mendapat porsi lebih dari sekadar garnish dalam menu harian.
1. Sumber vitamin C untuk mendukung daya tahan tubuh
Satu buah lemon disebut dapat memenuhi lebih dari sepertiga kebutuhan harian vitamin C. Vitamin C dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Lacy Puttuck menekankan bahwa antioksidan dalam lemon berperan melawan radikal bebas yang berpotensi merusak sel-sel tubuh. Dalam paparan tersebut, vitamin C juga dikaitkan dengan dukungan terhadap pemulihan luka serta pencegahan penyakit kronis seperti diabetes.
2. Mendukung kesehatan kulit melalui pembentukan kolagen
Vitamin C disebut berperan penting dalam produksi kolagen, protein yang membantu menjaga elastisitas kulit. Karena produksi kolagen alami dapat menurun seiring usia, asupan vitamin C dari lemon dipandang dapat membantu tubuh mempertahankan struktur kulit.
3. Membantu penyerapan zat besi dari sumber nabati
Mia Syn menyarankan penambahan perasan lemon pada makanan untuk membantu penyerapan zat besi, terutama zat besi non-heme dari sumber nabati. Kombinasi vitamin C dan zat besi disebut dapat meningkatkan penyerapan mineral tersebut.
4. Serat pektin yang dikaitkan dengan kesehatan jantung
Manfaat lain disebut berasal dari pektin, serat larut yang terdapat pada lemon jika dikonsumsi utuh, termasuk bagian bulirnya. Pektin dikaitkan dengan kemampuan membantu mengontrol kadar gula darah, menurunkan kolesterol jahat, dan mendukung kesehatan jantung. Namun, serat ini tidak didapat jika hanya mengonsumsi air perasan lemon.
5. Asam sitrat dan kaitannya dengan pencegahan batu ginjal
Menjaga hidrasi disebut sebagai kunci pencegahan batu ginjal, dan penambahan lemon dinilai memberi manfaat tambahan. Kandungan asam sitrat pada lemon disebut dapat membantu memecah batu ginjal berukuran kecil. Dalam artikel tersebut, Harvard Medical School juga disebut menilai lemon water sebagai salah satu cara alami yang didukung penelitian untuk pencegahan masalah ginjal.
6. Dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2
Konsumsi buah sitrus dalam jangka panjang disebut dapat membantu mengontrol penanda risiko diabetes tipe 2. Senyawa aktif dalam lemon dipaparkan berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme, sehingga dinilai sebagai pilihan untuk membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.
Cara sederhana memasukkan lemon ke menu harian
Untuk memaksimalkan konsumsi, lemon dapat ditambahkan sebagai perasan ke air hangat pada pagi hari, dijadikan campuran saus salad (dressing), atau dicampurkan dalam hidangan sayuran hijau guna membantu penyerapan nutrisi.

