Setiap 17 Agustus, Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan sebagai momen penting dalam sejarah bangsa. Peringatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga kesempatan untuk menumbuhkan kecintaan pada Tanah Air, termasuk pada anak-anak sebagai generasi penerus.
Dalam peringatan HUT RI ke-75, semangat kemerdekaan juga dikaitkan dengan upaya bersama untuk bertahan dan melawan pandemi Corona. Pada konteks ini, peran orang tua dinilai penting dalam menanamkan rasa nasionalisme pada anak, terutama karena anak lebih banyak berada di lingkungan keluarga dibandingkan di sekolah.
Mengutip laman resmi Sahabat Keluarga Kemendikbud RI, penanaman nasionalisme sejak dini memiliki sejumlah manfaat. Anak diharapkan tumbuh mencintai Tanah Air, menghormati perjuangan para pahlawan, bangga terhadap negaranya, serta tidak melupakan asal-usul ketika kelak berada jauh dari Indonesia.
Empat cara menanamkan nasionalisme pada anak
- Menceritakan sejarah RI
Orang tua dapat menjelaskan makna kemerdekaan secara sederhana agar anak memahami konteksnya. Cerita bisa disampaikan melalui buku atau kisah tokoh-tokoh sejarah seperti Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Pattimura, dan lainnya. Meski materi sejarah diajarkan di sekolah, orang tua tetap dianjurkan menceritakannya kembali di rumah. - Mengajak anak terlibat dalam kegiatan dan perlombaan
Anak dapat diajak mengikuti kegiatan terkait persiapan maupun perayaan HUT Kemerdekaan, seperti memasang bendera atau umbul-umbul, mengikuti lomba, dan kegiatan lain. Keterlibatan ini dapat memicu rasa ingin tahu anak untuk bertanya tentang arti kemerdekaan. - Menyaksikan upacara peringatan HUT RI
Di tengah pandemi, orang tua dapat mengajak anak menyaksikan upacara, lomba, dan kegiatan peringatan lainnya melalui tayangan media elektronik. Paparan terhadap kegiatan-kegiatan tersebut dinilai dapat membantu menumbuhkan rasa nasionalisme. - Mengajarkan lagu-lagu nasional
Orang tua dapat memperdengarkan serta mengajak anak menyanyikan lagu perjuangan dan lagu wajib nasional yang menggambarkan semangat serta cinta Tanah Air. Lagu dinilai mampu menggerakkan emosi dan memperkuat rasa kebangsaan.
Melalui langkah-langkah sederhana di lingkungan keluarga, peringatan 17 Agustus dapat menjadi ruang belajar bagi anak untuk memahami sejarah, menghargai perjuangan, dan menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

