Asosiasi Buah dan Sayur Vietnam (Vinafruit) melaporkan capaian ekspor buah dan sayur Vietnam pada 2025 mencetak rekor baru. Dalam upacara ringkasan akhir tahun 2025 yang digelar pada malam 23 Januari di Kota Ho Chi Minh, Wakil Ketua Vinafruit Nguyen Dinh Tung menyebut nilai ekspor mencapai 8,56 miliar dolar AS, naik hampir 20% dibandingkan 2024.
Menurut Vinafruit, struktur pasar ekspor pada 2025 mengalami pergeseran positif. Vietnam tidak hanya memperkuat posisi di pasar tradisional, tetapi juga membuat terobosan di pasar yang menuntut.
China tetap menjadi pasar terbesar dengan nilai ekspor lebih dari 5,5 miliar dolar AS. Sekretaris Jenderal Vinafruit Dang Phuc Nguyen menyampaikan, dengan pertumbuhan yang positif, Vietnam diperkirakan naik ke peringkat kedua setelah Thailand dalam ekspor buah dan sayur ke China pada 2025.
Selain China, pasar yang dinilai menuntut seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang juga mencatat pertumbuhan nilai ekspor yang kuat. Vinafruit menilai hal ini mencerminkan peningkatan kualitas buah dan sayur Vietnam.
Ekspor ke Uni Eropa (UE) turut tumbuh tajam, naik sekitar 58% dibandingkan 2024, yang dikaitkan dengan pemanfaatan penuh preferensi tarif. Belanda menjadi gerbang utama ekspor buah dan sayur Vietnam ke UE, mencakup lebih dari 33% dari total nilai ekspor ke kawasan tersebut, disusul Jerman dan Prancis. Produk utama yang masuk ke UE meliputi buah dan sayuran olahan, jus buah, serta buah-buahan khusus dengan sertifikasi organik atau GlobalGAP.
Vinafruit juga mencatat pertumbuhan ekspor ke pasar potensial lain, terutama Australia, yang dinilai menjanjikan nilai tambah tinggi dalam waktu dekat.
Dari sisi komoditas, Vinafruit menyebut terjadi pergeseran struktur varietas pada 2025, dengan upaya bertahap mengurangi ketergantungan pada produk tradisional dan beralih ke diversifikasi produk bernilai tinggi. Durian tetap menjadi komoditas utama dengan nilai ekspor 3,86 miliar dolar AS atau sekitar 45% dari total ekspor buah dan sayur. Pertumbuhan ini didorong perluasan area penanaman yang ditetapkan dan ekspor resmi ke China, serta penetrasi ke pasar bernilai tambah tinggi seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Komoditas berikutnya adalah kelapa, baik segar maupun olahan. Penandatanganan protokol ekspor kelapa segar ke China disebut memberi dorongan besar bagi kinerja komoditas ini. Sementara itu, meski menghadapi persaingan ketat, buah naga tetap menjadi salah satu buah dengan kinerja terbaik dari sisi nilai ekspor, didukung pergeseran pasar ke India dan Timur Tengah.
Ekspor buah lain seperti mangga, pomelo, markisa, dan lengkeng tercatat tumbuh stabil. Vinafruit menambahkan, markisa memiliki porsi yang signifikan dalam struktur produk yang diekspor ke Uni Eropa, sekitar 25%.
Memasuki 2026, Vinafruit memperkirakan ekspor buah dan sayur masih menghadapi tantangan, namun tetap berpeluang mempertahankan momentum pertumbuhan. Pada bulan pertama tahun ini, nilai ekspor diperkirakan mencapai 600 juta dolar AS, meningkat 60% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Nguyen Dinh Tung menyatakan, dengan momentum pertumbuhan 2025 serta fokus pemerintah dalam menciptakan kondisi untuk mendorong pertumbuhan dua digit bagi perekonomian, nilai ekspor buah dan sayur tahun ini berpeluang mencapai 9,5 hingga 10 miliar dolar AS.
Dalam pidato penutupan acara, Direktur Departemen Produksi Tanaman dan Perlindungan Tanaman Huynh Tan Dat menilai target ekspor yang dibidik industri buah dan sayur akan menjadi tonggak penting. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya berkontribusi pada stabilitas produksi dan pasar, tetapi juga memperkuat kepercayaan terhadap buah dan sayur Vietnam.

