Dua bulan setelah banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, harga daging sapi di Kota Banda Aceh terpantau semakin stabil. Kondisi ini terjadi di tengah masih tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya, terutama sayur-mayur dan ikan.
Berdasarkan pantauan di Pasar Al Mahirah, Banda Aceh, Sabtu (24/1/2026), harga daging sapi berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga normal yang biasanya mencapai Rp160 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Al Mahirah, Khairul Umam, mengatakan hingga kini belum ada kenaikan harga daging sapi maupun kerbau meski sempat terjadi gangguan distribusi akibat bencana alam. “Sekarang ini harga daging masih normal, Rp150 ribu per kilonya. Bahkan lebih murah dari harga biasanya yang Rp160 ribu,” ujarnya.
Khairul menjelaskan, kenaikan harga daging umumnya terjadi menjelang hari-hari besar Islam, seperti bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Di luar momentum tersebut, harga daging cenderung kembali stabil. “Kalau bukan momen besar keagamaan, harga daging sapi biasanya normal, tidak ada kenaikan,” katanya.
Selain daging sapi, harga bagian lainnya juga relatif terjangkau. Tulang rusuk dibanderol Rp80 ribu per kilogram, sementara jeroan dijual Rp40 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga daging kambing saat ini dijual Rp110 ribu per kilogram, turun dari harga normal yang sebelumnya berada di angka Rp120 ribu per kilogram.
Stabilnya harga daging sapi dan kerbau ini dinilai membantu masyarakat Banda Aceh, terutama setelah tekanan ekonomi akibat bencana banjir serta kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya dalam beberapa waktu terakhir. Seorang pembeli, Nur Hayati, mengatakan kondisi tersebut cukup meringankan beban rumah tangga. “Harga daging sekarang masih terjangkau. Setelah banjir kemarin, kebutuhan rumah tangga banyak, jadi kalau harga daging stabil seperti ini sangat membantu,” tuturnya.

