BERITA TERKINI
14 Ide Jualan Camilan yang Banyak Diminati, dari Basreng hingga Keripik Singkong Kekinian

14 Ide Jualan Camilan yang Banyak Diminati, dari Basreng hingga Keripik Singkong Kekinian

Usaha kuliner dapat dimulai dari segmen makanan ringan atau camilan. Jenis produk ini cenderung mudah dipasarkan, baik secara online maupun offline, karena banyak digemari dan dapat dikonsumsi kapan saja. Peluangnya juga terbuka lebar bagi pelaku usaha yang mampu membaca tren serta menghadirkan produk dengan tampilan dan rasa yang konsisten.

Dalam buku Merancang yang Akan Dibuang (2021) karya Oki Hamka Suyatna, makanan ringan didefinisikan sebagai sesuatu yang dimaksudkan untuk menghilangkan rasa lapar sementara waktu atau sesuatu yang dimakan untuk dinikmati rasanya. Sementara itu, buku From Idea to Action: Cara Merealisasikan Ide Kreatif Menjadi Bisnis Nyata (2025) karya Wulan Ayodya menekankan pentingnya menggali inovasi ide usaha melalui observasi dan kreativitas, termasuk dengan brainstorming dan mind mapping.

Berikut rangkuman 14 ide jualan makanan ringan yang banyak diminati, lengkap dengan contoh variasi yang umum dijumpai di pasar.

1. Basreng (bakso goreng) aneka rasa
Basreng merupakan camilan khas Sunda yang dibuat dari bakso ikan yang diiris tipis lalu digoreng hingga renyah. Produk ini kerap dikreasikan dalam berbagai varian rasa, seperti pedas berlevel, pedas manis, keju, atau barbeque.

2. Keripik pisang aneka varian
Keripik pisang termasuk camilan yang memiliki penggemar lintas usia. Selain rasa manis dan asin, varian kekinian seperti balado, jagung bakar, hingga keju susu juga banyak dijual. Bahan baku yang mudah diperoleh membuatnya kerap dipilih sebagai usaha rumahan.

3. Makaroni pedas kering
Makaroni kering berbumbu pedas menjadi salah satu camilan favorit, terutama di kalangan anak muda. Tingkat kepedasan biasanya dibuat bertahap, dari pedas ringan hingga sangat pedas, agar menjangkau lebih banyak selera.

4. Pisang cokelat (piscok) inovatif
Piscok dibuat dengan membungkus pisang dan cokelat menggunakan kulit lumpia lalu digoreng. Variasi isian seperti keju atau kacang sering ditambahkan. Produk ini juga kerap dikembangkan menjadi pisang nugget dengan topping seperti matcha atau greentea.

5. Cireng (aci goreng) versi frozen food
Cireng berbahan tepung tapioka dikenal bertekstur kenyal dan gurih. Dalam beberapa tahun terakhir, cireng banyak dipasarkan dalam bentuk frozen food agar lebih praktis dan tahan lama, dengan variasi isian seperti keju, ayam suwir, atau sambal pedas.

6. Kacang telur
Kacang telur merupakan camilan klasik berbahan kacang tanah yang dilapisi adonan tepung berbumbu. Produk ini dapat diproduksi dalam jumlah besar dan dikemas dalam berbagai ukuran untuk penjualan eceran maupun grosir.

7. Mie lidi
Mie lidi kembali populer sebagai jajanan nostalgia. Selain rasa pedas gurih, kini muncul varian seperti keju, asin, jagung bakar, atau balado. Bentuknya praktis dan kerap dipasarkan di sekolah, warung, hingga kanal online.

8. Keripik tempe
Keripik tempe dikenal sebagai camilan dengan kandungan protein nabati. Varian rasa yang umum antara lain pedas, asin, BBQ, atau honey butter, dengan bahan baku yang relatif mudah ditemukan.

9. Dimsum mini
Dimsum berukuran kecil menjadi camilan yang banyak diminati. Isian seperti ayam, udang, atau jamur membuatnya bervariasi. Produk ini dapat dijual dalam kondisi matang maupun frozen.

10. Risol mayo
Risol mayo dikenal dengan kulit renyah dan isian mayones gurih. Selain versi klasik, ada variasi dengan tambahan sosis, daging asap, atau saus pedas untuk memperkaya pilihan rasa.

11. Telur gulung kekinian
Telur gulung tetap dicari karena rasanya familiar dan harganya terjangkau. Inovasi yang kerap dilakukan antara lain penambahan saus keju, sambal, atau sosis.

12. Mochi aneka isian
Mochi bertekstur lembut dan kenyal, dengan isian seperti kacang merah, cokelat, matcha, atau taro. Penjual juga kerap menonjolkan kemasan yang rapi dan menarik untuk penjualan online.

13. Popcorn aneka rasa
Popcorn tidak hanya hadir dalam rasa asin atau manis, tetapi juga varian seperti karamel, cokelat, keju, hingga matcha. Produk ini relatif mudah disimpan dan cocok dijual dalam kemasan praktis.

14. Keripik singkong kekinian
Keripik singkong tetap menjadi favorit berkat teksturnya yang renyah. Varian modern seperti keju pedas, jagung manis, atau balado super pedas sering dipilih untuk menarik perhatian pasar.

Tren dan strategi yang kerap disorot pelaku usaha
Kajian yang dipublikasikan di JPK: Jurnal Pengabdian Kompetitif Vol. 3, No. 2 (November 2024) menyebut inovasi produk tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru, tetapi juga dapat berupa pengembangan, perbaikan, atau adaptasi produk yang sudah ada agar sesuai dengan kebutuhan konsumen yang berubah.

Di sisi lain, industri makanan ringan disebut terus berkembang seiring kebiasaan masyarakat yang gemar ngemil dan meningkatnya inovasi produk. Milenial dan Gen Z kerap disebut sebagai pasar utama karena cenderung mencari varian rasa baru. Penjualan online juga memperkuat tren, dengan pertumbuhan rata-rata disebut mencapai 25% per tahun hingga 2025.

Perubahan gaya hidup turut memengaruhi permintaan, termasuk meningkatnya minat pada camilan rendah gula, rendah lemak, tinggi serat, hingga produk organik. Sebagian produsen juga mulai mengembangkan metode memanggang sebagai alternatif menggoreng. Untuk memulai, modal usaha disebut dapat berkisar Rp300.000 hingga Rp1.000.000, bergantung pada jenis produk yang dipilih.

Dalam praktiknya, pelaku usaha kerap menekankan tiga hal utama: kreativitas dalam varian rasa, strategi pemasaran—terutama promosi digital—serta kemasan yang menarik. Produk camilan kering seperti keripik, mie lidi, atau kacang telur juga dinilai cocok dijual online karena relatif tahan lama dan lebih aman untuk pengiriman. Konsistensi rasa dan kebersihan produk menjadi faktor yang sering disebut penting untuk menjaga pelanggan tetap kembali.

Beberapa pertanyaan yang sering muncul
Untuk pemula, pilihan yang kerap dianggap mudah dijalankan antara lain basreng, keripik pisang, telur gulung, dan risol mayo karena bahan baku terjangkau serta pasarnya luas. Makanan ringan juga dinilai lebih cepat laku karena bisa dikonsumsi kapan saja, porsi pembelian fleksibel, dan konsumen cenderung tertarik mencoba rasa baru. Agar tetap diminati, pelaku usaha biasanya mengandalkan inovasi varian—misalnya pedas berlevel, keju, atau barbeque—serta kemasan yang mudah diingat.