Tren konsumsi jamu sebagai minuman tradisional kembali menguat, terutama di kalangan generasi muda. Kondisi ini dinilai membuka peluang baru bagi pengembangan industri jamu lokal yang banyak dikelola usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Seiring meningkatnya minat pasar, penguatan kapasitas pelaku UMKM jamu disebut menjadi kebutuhan mendesak agar produk tradisional mampu bersaing secara berkelanjutan. Dukungan kebijakan dan pembinaan yang tepat diharapkan dapat mendorong jamu lokal naik kelas dari skala rumahan menuju industri yang lebih mapan.
Komisi VII DPR RI mendorong langkah konkret untuk memperkuat industri jamu lokal melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan dari pemerintah. Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menekankan pentingnya penguatan industri jamu UMKM agar dapat berkembang dan memiliki daya saing nasional.
Menurut Hendry, pembinaan perlu melibatkan peran aktif pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Ia menyebut dukungan diperlukan untuk penguatan kapasitas produksi, penerapan standar mutu, serta perluasan akses pasar. Dengan langkah tersebut, produk jamu tradisional diharapkan dapat menembus pasar yang lebih luas dan tidak hanya terbatas di daerah tertentu.
Hendry juga menyoroti potensi pasar di luar Pulau Jawa. “Khususnya di luar Jawa, pasar dan peminat usaha masih sangat besar. Kami sangat berharap dapat ada industri serupa sehingga dapat membantu ekonomi UMKM,” kata Hendry, dikutip Minggu (25/1/2026).
Selain pembinaan, Hendry menekankan pentingnya kolaborasi antara industri jamu skala besar dengan UMKM, terutama dalam kemitraan pasokan bahan baku dari berbagai daerah. Ia menilai banyak pelaku lokal memiliki potensi untuk bermitra, namun masih menghadapi keterbatasan informasi dan jaringan usaha.
Dorongan tersebut disampaikan Hendry saat kunjungan spesifik ke Pabrik Jamu Sido Muncul milik PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Provinsi Jawa Tengah pada 23 Januari 2026. Dalam kunjungan itu, ia melihat langsung proses transformasi Sido Muncul dari produsen jamu tradisional menjadi industri berskala nasional hingga global.
Model pengembangan tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha jamu lokal untuk meningkatkan skala dan kualitas usaha, seiring penguatan pembinaan dan kemitraan yang lebih terarah.

