BERITA TERKINI
DLH Jakarta Benarkan Selokan di Sekitar Ancol Tercemar Limbah, Bau Muncul Saat Siang Hari

DLH Jakarta Benarkan Selokan di Sekitar Ancol Tercemar Limbah, Bau Muncul Saat Siang Hari

Kawasan Ancol kerap identik dengan angin laut. Namun bagi sebagian pengguna jalan, terutama yang rutin melintasi Jalan Ancol, pengalaman sehari-hari tidak selalu demikian. Indos (38), pekerja lapangan yang setiap hari melewati kawasan tersebut, mengatakan ia kerap mencium aroma tak sedap dari selokan di sepanjang jalan, selain harus menghadapi debu dan kemacetan.

Menanggapi keluhan warga dan pengendara terkait bau menyengat, Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta, Yogi Ichwan, membenarkan adanya pencemaran limbah pada selokan di sekitar Ancol. Ia menyebut temuan itu berdasarkan verifikasi lapangan oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara yang melibatkan Seksi PPH, Seksi PPKL, dan Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Pademangan.

Yogi menjelaskan, bau muncul terutama pada siang hari, meski tidak terjadi secara terus-menerus. Menurut hasil verifikasi, muka air pada saluran penghubung dan saluran drainase berada di bawah kondisi normal dan cenderung tidak mengalir. Situasi tersebut membuat lumpur di dasar saluran naik ke permukaan dan mengandung amonia, sehingga memunculkan bau.

DLH, kata Yogi, telah mengambil sampel pada tiga lokasi, yakni saluran drainase Ancol Barat, saluran penghubung Jalan Karang Bolong bagian hulu, serta saluran penghubung Jalan Karang Bolong Raya bagian hilir.

“Diketahui sumber pencemar dominan di lokasi dimaksud berasal dari air limbah domestik baik yang berasal dari pemukiman warga dan sebagian aktivitas karyawan dan perusahaan,” ujar Yogi.

Indos menuturkan, bau dari selokan tersebut tidak menentu waktunya, tetapi bisa sangat menyengat saat melintas di area dekat Kali Besar. “Terkadang baunya menyengat banget, apalagi di dekat Kali Besar itu. Kayak bau limbah atau kotoran manusia,” katanya saat ditemui di sela aktivitasnya, Rabu (1/4/2026).

Meski mengaku sudah terbiasa karena sering bekerja di lapangan, Indos menyebut hal yang lebih mengganggunya justru kondisi jalan rusak dan kemacetan. “Kalau ditanya terganggu atau enggak, sebenarnya saya lebih terganggu sama jalan rusak atau macet. Kalau soal aroma, karena sering di lapangan, ya sudah biasa,” ujarnya.

Namun demikian, ia berharap kondisi lingkungan di kawasan tersebut dapat dibenahi. Menurutnya, persoalan bau bukan hanya menyangkut kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan warga yang tinggal di sekitar pemukiman. “Harapannya ya bisa dibersihkan selokannya, supaya enggak bau lagi. Kasihan juga warga yang tinggal di dekat sini kalau setiap hari harus cium bau seperti itu,” tuturnya.