Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangkalan menggelar kegiatan pembinaan tenaga kebudayaan yang berfokus pada pelestarian dan promosi masakan tradisional. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Merdeka, Senin (16/6/2025), sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya daerah.
Kepala Disbudpar Bangkalan Ahmad Faji menegaskan bahwa masakan tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya daerah. Menurutnya, setiap resep bukan hanya soal rasa, tetapi juga memuat sejarah, nilai budaya, hingga filosofi hidup masyarakat yang diwariskan turun-temurun.
Ahmad juga mengingatkan bahwa tanpa upaya pelestarian, generasi muda berpotensi kehilangan akses terhadap identitas kuliner daerahnya sendiri. Karena itu, melalui kegiatan ini Disbudpar Bangkalan berupaya mendokumentasikan, memperkenalkan, dan menyebarluaskan informasi tentang berbagai jenis makanan khas tradisional Bangkalan agar tidak punah tergerus zaman.
“Kami tidak hanya bicara tentang rasa, tapi juga tentang cerita dan nilai-nilai yang terkandung dalam proses memasak dan menyajikan makanan tradisional,” kata Ahmad.
Kegiatan yang didanai melalui DPA OPD Disbudpar Bangkalan ini melibatkan Ketua Pokja 3 dari 18 kecamatan se-Kabupaten Bangkalan, pelaku usaha kuliner lokal, serta tokoh masyarakat. Disbudpar berharap inisiatif tersebut dapat menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap kuliner lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Ahmad menambahkan, pelestarian masakan tradisional tidak hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Ia menekankan pentingnya kolaborasi agar resep dan cerita di balik makanan khas Bangkalan tetap hidup di tengah masyarakat.

