Dinas Pangan Kabupaten Berau kembali menggelar Festival Kuliner Pangan Lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).
Festival yang berlangsung sejak 6 November hingga 12 November ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-72 Kabupaten Berau, sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia 2025.
Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan yang ketiga sejak pertama kali digelar pada 2023. Ia menyebut kegiatan tersebut terus berkembang dan mendapat sambutan positif dari masyarakat maupun pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Menurut Rakhmadi, durasi festival diperpanjang seiring meningkatnya antusiasme. Pada tahun kedua, pelaksanaan yang semula tiga hari menjadi lima hari atas permintaan pelaku UMKM. Tahun ini, festival kembali diperpanjang menjadi tujuh hari. “Ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap kegiatan ini,” ujarnya.
Rakhmadi menambahkan, pihaknya terus mendorong penerapan pola makan beragam dengan menggandeng berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Ia menekankan pentingnya meningkatkan konsumsi pangan lokal, tidak hanya bergantung pada beras, tetapi juga memanfaatkan sumber karbohidrat lain seperti ubi, jagung, sagu, dan pisang.
Upaya peningkatan kesadaran B2SA dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi. Program B2SA disebut telah berjalan di sekolah-sekolah, dan Dinas Pangan juga aktif menyosialisasikannya ke kampung-kampung. Rakhmadi menyampaikan, pihaknya pernah merencanakan program Kantin Benua Esa dan kini bersinergi dengan program nasional MBG yang mendukung penerapan B2SA di daerah.
Selain sosialisasi, Dinas Pangan juga menggelar pelatihan, termasuk di tingkat SMA, untuk menumbuhkan kecintaan terhadap makanan lokal. Ia menilai makanan lokal bukan hanya soal cita rasa, tetapi juga identitas daerah yang perlu dijaga dan dikembangkan.
Dalam festival kali ini, tujuh kelompok wanita tani (KWT) binaan Dinas Pangan turut hadir memamerkan berbagai produk olahan pangan lokal.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi Sekretariat Kabupaten Berau, Rusnan Hefni, menilai festival menjadi ruang kreatif yang mampu menarik minat masyarakat, termasuk anak-anak, untuk mengenal dan mencintai kuliner lokal. Ia menyebut kegiatan tersebut juga dapat menjadi langkah untuk mengimbangi kebiasaan masyarakat yang lebih sering mengonsumsi makanan cepat saji.
Rusnan menegaskan pentingnya diversifikasi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai potensi lokal. Ia berharap festival ini menjadi momentum memperluas kesadaran tentang beragam sumber karbohidrat selain beras, seperti jagung, ubi kayu, sagu, dan pisang.
Menurutnya, penerapan B2SA juga penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Karena itu, ia mendorong jajaran Dinas Pangan agar terus memperkuat ketahanan dan ketangguhan pangan di Berau. Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga ketersediaan pangan dan mendorong peningkatan produktivitas dengan mengedepankan kearifan lokal.
Dalam rangkaian festival, Dinas Pangan juga melaksanakan Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud masyarakat Berau yang sehat, produktif, dan sejahtera.

