Dicky Senda dan Upaya Mengarsip Pengetahuan Pangan Lokal NTT Lewat Lakoat.Kujawas

Dicky Senda dan Upaya Mengarsip Pengetahuan Pangan Lokal NTT Lewat Lakoat.Kujawas

Seorang pemuda asal daerah pegunungan Nusa Tenggara Timur (NTT) menarik perhatian ribuan warganet lewat kepiawaiannya mengolah sekaligus memperkenalkan makanan lokal. Ia membawa harapan agar suatu saat tidak ada lagi gizi buruk di provinsi yang disebut memiliki angka stunting tertinggi di Indonesia.

Pemuda tersebut adalah Dicky Senda, berasal dari Mollo Utara, Timor Tengah Selatan, NTT. Aktivitasnya belakangan banyak berkaitan dengan upaya mengenalkan kembali cara-cara mengolah pangan yang berakar pada pengetahuan lokal.

Dari dunia literasi ke pengolahan pangan

Dicky dikenal sebagai penulis yang telah menerbitkan tiga buku kumpulan cerpen. Ia juga kerap diundang sebagai pembicara di berbagai acara literasi, termasuk KEMBALI 2020: A Rebuild Bali Festival.

Namun, kegiatannya kini tidak hanya berkutat pada meramu kata. Dicky juga sibuk meramu bahan pangan bersama komunitas yang ia bentuk, Lakoat.Kujawas.

Lakoat.Kujawas dan pengarsipan pengetahuan kuliner

Pada awalnya, komunitas Lakoat.Kujawas berfokus pada bidang literasi, kebudayaan dan seni, serta ekonomi kreatif. Seiring waktu, komunitas ini turut mengarsip pengetahuan lokal yang terkait pangan dan kuliner.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengenal kembali cara nenek moyang mengolah makanan, sekaligus memperkuat perhatian terhadap isu gizi yang masih menjadi tantangan di NTT.