Kopi susu mungkin sudah menjadi pilihan yang lazim. Namun belakangan, muncul tren baru di kalangan penikmat kopi: coffee mocktail, yakni racikan kopi yang dipadukan dengan bahan-bahan seperti lemon, buah, bunga, hingga rempah, lalu disajikan dengan gaya layaknya cocktail—tanpa alkohol.
Konsep dasarnya berangkat dari mocktail, minuman segar yang mengadopsi tampilan dan cara penyajian cocktail, tetapi tidak menggunakan campuran alkohol. Dalam perkembangannya, pendekatan ini kemudian diterapkan pada kopi, terutama kopi hitam yang memiliki karakter pahit dan kuat.
Racikan kopi dengan sentuhan buah, bunga, dan rempah
Dalam coffee mocktail, rasa kopi hitam yang dominan mendapat “warna” baru dari tambahan buah-buahan, bunga, maupun herbs. Menu ini juga mulai banyak diunggulkan oleh sejumlah kedai kopi. Salah satunya, coffee mocktail menjadi menu andalan di outlet Kenangan Heritage.
Head of Coffee Kopi Kenangan, Mikael Jasin, mengatakan tren coffee mocktail di Indonesia tidak tercatat secara jelas. Meski begitu, ia memperkirakan kreasi minuman ini mulai berkembang sekitar tiga tahun terakhir.
Dinilai meningkat karena cocok dengan preferensi pasar
Mikael menilai salah satu faktor yang mendorong kenaikan tren coffee mocktail adalah preferensi masyarakat yang tidak mengonsumsi alkohol. Ia menyebut, karena mayoritas masyarakat Indonesia tidak mengonsumsi alkohol, pilihan minuman tanpa alkohol dengan ragam rasa yang kreatif menjadi lebih relevan.
Menurut Mikael, coffee mocktail menarik karena menawarkan rasa yang lebih kaya. Jika kopi hitam umumnya identik dengan pahit, racikan ini bisa menghadirkan perpaduan manis, asam, hingga umami, tanpa menghilangkan karakter kopi. Ia menilai kopi memiliki cita rasa yang kuat sehingga “tahan” dipadukan dengan beragam bahan, seperti stroberi, yuzu, atau jeruk, namun tetap mempertahankan rasa kopi yang menonjol.
Bahan yang umum digunakan
Mikael menjelaskan, coffee mocktail umumnya memanfaatkan paduan rasa dari herbs dan buah-buahan, serta bisa pula digabungkan dengan bunga.
- Herbs: rosemary, thyme, atau sage
- Buah: stroberi hingga blueberry
- Bunga: mawar atau hibiscus
Selain itu, ia menyebut ada pula racikan yang menggunakan aquafaba, yaitu air rebusan kacang chickpeas, yang kerap dipakai di dunia bartender sebagai pengganti putih telur.
Kunci rasa: keseimbangan
Dalam meracik coffee mocktail, Mikael menekankan pentingnya keseimbangan rasa. Ia menyebut, bukan hanya untuk coffee mocktail, minuman apa pun idealnya memiliki komposisi yang seimbang antara manis, asam, asin, pahit, serta gurih atau umami. Karena kopi cenderung dominan pahit, peracik perlu cermat menyeimbangkan rasa agar tetap selaras dengan karakter kopi.
Tren baru, tetapi masih bergantung pada minat pasar
Mikael yang kerap mengikuti kejuaraan barista di luar negeri menyebut, di sejumlah negara tren yang lebih umum adalah coffee cocktail karena konsumsi alkohol lebih tinggi. Sementara itu, coffee mocktail dinilainya justru menjadi ruang kreativitas barista di Indonesia, karena perlu mengganti peran alkohol dengan buah, bunga, atau herbs untuk membangun rasa.
Meski demikian, ia belum bisa memprediksi bagaimana masa depan tren coffee mocktail di Indonesia. Menurutnya, perkembangannya sangat bergantung pada minat masyarakat. Ia juga menilai pembuatan coffee mocktail relatif lebih sulit dibandingkan minuman seperti es kopi susu, sehingga keberlanjutannya akan ditentukan oleh permintaan konsumen.

