Cengkeh selama ini dikenal sebagai bumbu dapur. Namun, rempah ini juga disebut menyimpan senyawa aktif yang berpotensi bekerja sebagai pereda nyeri alami, antiradang, dan pelindung sel tubuh. Salah satu komponen utamanya adalah eugenol, yang kerap dikaitkan dengan manfaat pada kesehatan gigi, pencernaan, dan metabolisme.
WebMD menyebut cengkeh kaya antioksidan, termasuk eugenol, yang membantu tubuh melawan radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat merusak sel dan dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes. Menurut WebMD, antioksidan dalam cengkeh dapat membantu menurunkan risiko penyakit dengan melindungi sel dari kerusakan.
Manfaat cengkeh yang paling sering dibahas berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. Healthline menuliskan bahwa efek kebas alami membuat minyak cengkeh digunakan selama berabad-abad sebagai pertolongan darurat untuk sakit gigi. Dalam penjelasannya, eugenol disebut dapat membantu membuat area terasa kebas dan mengurangi rasa sakit sehingga keluhan sakit gigi lebih ringan.
Pemanfaatan eugenol juga disebut sejalan dengan praktik kedokteran gigi modern. WebMD menyatakan senyawa dalam cengkeh dapat membantu menurunkan peradangan yang terkait dengan gangguan kesehatan.
Selain itu, cengkeh juga dikaitkan dengan kesehatan saluran cerna. WebMD menyebut studi awal menunjukkan cengkeh dapat membantu melindungi lambung dari tukak. Disebutkan pula bahwa lapisan mukus lambung dapat menebal sehingga lebih tahan terhadap asam lambung, serta cengkeh berpotensi membantu penyembuhan tukak yang sudah ada.
Dalam konteks kesehatan mulut, Rumah Sakit Mitra Keluarga menyatakan minyak cengkih mengandung eugenol yang dapat menjadi antiseptik alami. Efek antiseptik ini disebut membantu mengurangi kuman di rongga mulut yang dapat memperparah nyeri. Mitra Keluarga juga menyebut minyak cengkih efektif meredakan sakit gigi dan peradangan.
Meski demikian, penggunaan cengkeh—terutama dalam bentuk minyak—ditekankan perlu kehati-hatian. WebMD mengingatkan minyak cengkeh dalam dosis tinggi dapat merusak hati. Healthline juga menekankan agar tidak menelan minyak cengkeh karena dapat menimbulkan efek samping. Healthline menyarankan penggunaan minyak cengkeh bersifat topikal dan dalam dosis kecil, serta minyak esensial sebaiknya selalu diencerkan dengan minyak pembawa.
Dari sisi nutrisi, WebMD menyebut cengkeh mengandung mangan, vitamin K, kalium, dan beta-karoten. Mangan disebut membantu tubuh mengatur enzim yang berperan memperbaiki tulang dan membentuk hormon. Sementara beta-karoten berfungsi sebagai provitamin A yang penting untuk kesehatan mata, sekaligus disebut berperan sebagai antioksidan.

