Tren budaya Korea di Indonesia tidak hanya terlihat dari musik dan drama, tetapi juga merambah ke kuliner. Salah satu yang ikut naik daun adalah eomuk atau fish cake khas Korea, yang kerap tampil sebagai street food dalam drama Korea dan kini semakin dikenal, terutama di kalangan Gen Z.
Seiring tren tersebut, preferensi konsumen muda juga disebut berubah. Mereka cenderung mencari makanan yang praktis, memiliki rasa yang disukai, serta dinilai lebih selaras dengan gaya hidup aktif. Produk berbasis protein ikan pun mendapatkan momentum karena dianggap menawarkan pilihan yang lebih ringan.
Melihat peluang itu, Cedea yang dikenal di segmen frozen food memperluas portofolionya ke pasar ready to eat (RTE). Perusahaan memperkenalkan produk Eomuk Bar Ready To Eat sebagai opsi makanan siap santap yang menyasar kebutuhan konsumen akan kepraktisan tanpa meninggalkan kualitas.
Head of Marketing Cedea, Inong Fatimah, mengatakan langkah masuk ke segmen RTE dilakukan melalui inovasi produk sekaligus program pengenalan kepada konsumen. “Kami melakukan inovasi produk dengan mengeluarkan produk baru ready to eat, yaitu Eomuk Bar yang sesuai dengan Gen Z. Untuk mengenalkan produk baru tersebut kami melakukan program undian berhadiah, yang hadiah utamanya sesuai dengan selera Gen Z, wisata ke Korea Selatan,” ujarnya dalam konferensi pers program undian “Eomuk Chill In Seoul” di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Program undian “Eomuk Chill In Seoul” berlangsung pada November 2025 hingga Februari 2026. Menurut perusahaan, respons konsumen terhadap program tersebut cukup tinggi. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp140 juta untuk 140 pemenang, termasuk hadiah utama perjalanan ke Seoul bagi lima pemenang, yakni Salman Faridi, Novian Aurelio, Romauli Devianti, Diarini, dan M Wisnu Wicaksono.
Inong menjelaskan hadiah utama berlaku untuk dua orang, dengan biaya akomodasi, wisata, dan pajak pemenang ditanggung Cedea. Ia juga menyebut pemenang akan mendapatkan pengalaman menikmati produk berbasis protein ikan sekaligus perjalanan ke Korea Selatan.
Dari sisi penjualan, Head of Sales Cedea, Viktor Khian, menyatakan produk tersebut telah mulai memperluas jangkauan distribusi. “Per minggu ini, kami sudah masuk ke dua brand minimarket besar di Indonesia serta ke hypermarket dan supermarket. Ke depan, kami akan memperluas distribusi ke seluruh modern market di Indonesia,” katanya.
Viktor menambahkan, perusahaan menempatkan lini ready to eat sebagai salah satu pendorong pertumbuhan bisnis. “Growth Cedea akan banyak di-drive dari produk-produk yang ready to eat ini,” ujarnya.
Selain memperluas distribusi, Cedea juga membuka peluang pengembangan varian rasa. Inong menyebut saat ini varian masih didominasi cita rasa Korean-style, tetapi ke depan perusahaan berencana menghadirkan pilihan lain seperti Japanese taste dan Chinese taste.
Tren eomuk di Indonesia, menurut perusahaan, tidak semata didorong faktor viral, tetapi juga perubahan pola konsumsi yang mengutamakan kepraktisan. Melalui produk siap santap dan program undian, Cedea berupaya menangkap pergeseran tersebut sekaligus memperluas pasar RTE yang dinilai terus berkembang.

