Masalah rayap kerap menjadi kekhawatiran pemilik rumah karena dapat merusak struktur bangunan dan menghancurkan perabot berbahan kayu dalam waktu singkat tanpa disadari. Namun, perlindungan terhadap kayu tidak selalu harus mengandalkan cairan kimia mahal atau jasa pembasmi profesional.
Salah satu cara yang disebut dapat dilakukan secara mandiri adalah memanfaatkan garam dapur yang dicampur air, lalu dilanjutkan dengan pelapisan menggunakan larutan styrofoam. Tahap awal yang ditekankan adalah langkah preventif dengan menyemprotkan larutan garam dan air ke permukaan kayu hingga meresap ke pori-porinya. Perbandingan yang digunakan sekitar 5 banding 1.
Setelah penyemprotan, kayu perlu dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Tahap berikutnya adalah membuat cairan pelapis kedap air dengan melarutkan potongan styrofoam ke dalam tiner jenis PU (polyurethane) hingga larutan menjadi bening dan sedikit kental, menyerupai pernis atau resin.
Penggunaan tiner PU disebut dipilih karena hasil lapisannya dinilai lebih bening dan halus dibandingkan bensin, sehingga selain berfungsi sebagai pelindung, juga dapat memperlihatkan serat kayu dengan lebih rapi. Larutan styrofoam tersebut kemudian dioleskan pada kayu yang sebelumnya sudah dilapisi larutan garam.
Dengan kombinasi ini, garam disebut tidak disukai rayap, sementara lapisan kedap air dari larutan styrofoam membantu menutup pori-pori kayu agar tidak memberi celah bagi rayap untuk masuk. Metode tersebut juga disebut sebagai alternatif yang lebih hemat sekaligus memanfaatkan kembali limbah styrofoam yang sulit terurai.

