Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Sejak Dini

Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Sejak Dini

Rasa percaya diri perlu ditanamkan sejak anak masih kecil agar berkembang hingga dewasa. Dengan kepercayaan diri yang baik, anak dinilai akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk di bidang pendidikan dan karier.

Psikolog Carl Pickhardt, penulis sejumlah buku tentang pengasuhan anak, menyebut anak yang kurang percaya diri cenderung enggan mencoba hal baru atau sesuatu yang menantang. Menurutnya, hal itu kerap dipicu rasa takut gagal atau takut mengecewakan orang lain. “Musuh kepercayaan diri adalah rasa takut,” kata Pickhardt. Karena itu, orangtua memiliki peran untuk mendorong dan mendukung anak ketika mencoba mengerjakan tugas yang sulit.

Berikut sejumlah kiat untuk menumbuhkan percaya diri anak yang dirangkum dari laman Independent (Selasa, 6/12/2016):

1. Hargai usaha anak, menang atau kalah
Orangtua dianjurkan menekankan bahwa proses lebih penting daripada hasil. Misalnya, ketika anak gagal mencetak gol saat bertanding sepak bola, usaha mereka tetap patut dihargai agar anak tidak merasa malu karena sudah mencoba.

2. Dorong anak mengembangkan minat
Orangtua dapat mendorong anak melatih minatnya tanpa terkesan memaksa. Pickhardt menjelaskan, latihan merupakan investasi usaha yang dapat diikuti peningkatan kemampuan dan kepercayaan diri.

3. Biarkan anak mencari solusi sendiri
Terlalu memanjakan anak dinilai dapat menghambat kemampuan dan kepercayaan diri mereka untuk menyelesaikan masalah. Pickhardt menekankan pentingnya memberi ruang agar anak benar-benar mengerjakan dan mencari jawaban sendiri.

4. Biarkan anak bertingkah seperti anak-anak
Orangtua diingatkan untuk tidak menuntut anak berperilaku seperti orang dewasa. Menurut Pickhardt, standar yang tidak realistis dapat mengempiskan semangat dan menurunkan kepercayaan diri anak.

5. Dorong anak memuaskan rasa ingin tahu
Rentetan pertanyaan anak terkadang melelahkan, tetapi tidak seharusnya dihentikan. Paul Harris dari Universitas Harvard mengatakan bertanya merupakan latihan penting bagi perkembangan anak karena menunjukkan kesadaran bahwa masih ada hal yang belum mereka ketahui. Anak yang dibesarkan dengan rasa ingin tahu disebut dapat belajar lebih baik dan cepat ketika mulai sekolah.

6. Beri anak tantangan baru
Orangtua dapat menunjukkan bahwa anak mampu mencapai tujuan kecil sebagai langkah menuju pencapaian lebih besar, misalnya belajar naik sepeda tanpa roda tambahan. Pickhardt menyebut kepercayaan diri bisa tumbuh ketika tanggung jawab anak ditingkatkan secara bertahap.

7. Jangan pernah mengkritik usaha anak
Pickhardt menilai kritik terhadap usaha anak dapat membuat semangat mereka hilang. Orangtua boleh memberi saran, tetapi sebaiknya tidak melabeli pekerjaan anak sebagai buruk. Jika anak takut gagal karena khawatir mengecewakan orangtua, mereka cenderung enggan mencoba hal baru.

8. Anggap kesalahan sebagai pelajaran
“Belajar dari kesalahan membangun kepercayaan diri,” kata Pickhardt. Namun, hal itu lebih mudah terjadi ketika orangtua memandang kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Anak perlu diberi ruang untuk melakukan kesalahan, lalu dibantu memahami cara memperbaikinya di masa mendatang agar tidak takut gagal.

9. Hindari jalan pintas atau membuat pengecualian
Perlakuan khusus atau jalan pintas disebut dapat memicu kurangnya kepercayaan diri pada anak.