Nyamuk kerap menjadi gangguan di rumah, terutama pada malam hari saat serangga ini mulai aktif. Situasi tersebut mendorong sebagian keluarga mencari cara praktis berbasis bahan rumahan agar waktu istirahat tetap nyaman tanpa gangguan.
Di sejumlah lingkungan perumahan, metode mengusir nyamuk menggunakan bahan dapur disebut semakin sering diterapkan. Bagi sebagian warga, cara ini bukan hanya solusi fungsional, tetapi juga kebiasaan yang sudah lama dikenal dan terus dicoba dalam keseharian.
Josi (63), ibu rumah tangga di Kabupaten Kepulauan Aru, mengatakan ia telah lama menggunakan cara tersebut di rumah. “Saya sudah lama pakai cara ini di rumah, nyamuk jadi lebih jarang muncul terutama di malam hari,” ujarnya. Ia menambahkan, bahan-bahannya mudah ditemukan tanpa perlu biaya tambahan. “Bahannya gampang sekali dicari di dapur, jadi tidak perlu keluar biaya tambahan untuk beli obat nyamuk,” tuturnya.
Sejumlah rempah dan bumbu dapur memang dikenal memiliki aroma kuat. Warga menilai aroma tertentu dari bahan-bahan ini dapat mengganggu indera penciuman nyamuk sehingga serangga tersebut enggan mendekat ke area tertentu. Dalam praktiknya, bahan seperti kopi, serai, bawang putih, hingga garam kerap dimanfaatkan sebagai campuran alami.
Penggunaan bahan dapur juga dianggap lebih mudah dilakukan karena tidak memerlukan keahlian khusus maupun peralatan rumit. Salah satu warga menyebut, “Kalau pakai bahan dapur seperti kopi atau rempah, rumah jadi lebih nyaman dan nyamuk tidak terlalu banyak datang.”
Berikut bahan, alat, dan langkah meracik ramuan pengusir nyamuk sederhana sebagaimana dipraktikkan warga.
Bahan yang dibutuhkan:
• Serai
• Kopi
• 1 bungkus molto
• Garam
Alat yang digunakan:
• Beberapa lembar tisue sebagai alas
• Piring kecil
• Lilin (opsional)
Cara meracik:
1) Ambil sisa potongan serai beserta daunnya, lalu iris menjadi bagian kecil agar aromanya lebih mudah keluar dan menyebar.
2) Campurkan irisan serai dengan sedikit cairan molto, bubuk kopi dalam jumlah kecil, serta garam secukupnya. Aduk hingga merata.
3) Siapkan tisue sebagai alas di atas piring kecil.
4) Tuangkan campuran bahan secara perlahan di atas tisue, usahakan merata.
5) Letakkan piring berisi campuran tersebut di sudut-sudut ruangan yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya nyamuk, seperti area lembap, dekat pintu masuk, pojok ruangan minim cahaya, atau lokasi dengan sirkulasi udara yang kurang.
Aroma dari campuran bahan ini dipercaya dapat menciptakan lingkungan yang kurang disukai nyamuk, sehingga membantu mengurangi keberadaan serangga tersebut di dalam rumah.

