BERITA TERKINI
BWF Bangun Museum Bulutangkis Dunia di Qingdao, Legenda Indonesia Turut Abadikan Jejak Sejarah

BWF Bangun Museum Bulutangkis Dunia di Qingdao, Legenda Indonesia Turut Abadikan Jejak Sejarah

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) tengah membangun museum bulutangkis dunia di Qingdao, China. Museum seluas sekitar 4.200 meter persegi dengan empat lantai itu dirancang untuk menampilkan sejarah perkembangan bulutangkis global, pertumbuhan dan capaian BWF, turnamen-turnamen besar, serta kisah para legenda.

Pembangunan museum ini ditujukan untuk melestarikan budaya bulutangkis, memamerkan artefak dan prestasi penelitian, serta menyoroti peran penting olahraga tersebut.

Proyek BWF Museum merupakan kerja sama antara BWF, Chinese Badminton Association, Qingdao Sports Bureau, Qingdao West Coast New Area Management Committee, dan Shiyu Sports Co. Ltd.

Project Director BWF, Stuart Borrie, mengatakan museum tersebut dibangun bersama lima organisasi dan akan menjadi sarana edukasi tentang bulutangkis. Museum ini berada di dalam kawasan yang lebih luas bernama BWF Qingdao International Exchange Center, yang juga mencakup stadion dan area ruang terbuka.

Menurut Stuart, museum akan memuat sejarah bulutangkis, perjalanan BWF, serta turnamen-turnamen besar seperti Thomas Cup, Uber Cup, dan Sudirman Cup. Ia menyebut museum itu diharapkan memberi pengalaman bagi pengunjung untuk datang, belajar, dan menikmati sejarah bulutangkis.

Dalam mendukung gagasan museum, sejumlah juara dan legenda Indonesia turut berkontribusi dengan membubuhkan tanda tangan pada foto bersejarah serta membuat handprint untuk dipajang. Nama-nama tersebut antara lain Rudy Hartono, Imelda Wigoena, Ricky Soebagdja, Icuk Sugiarto, Hariyanto Arbi, Hendrawan, Susy Susanti, Alan Budikusuma, Sigit Budiarto, hingga Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, dan Tontowi Ahmad.

Stuart juga menjelaskan adanya arena ruang terbuka bernama Starlight Plaza. Area ini menampilkan para peraih medali emas Olimpiade dan juara dunia, yang dapat menorehkan tanda tangan serta handprint sebagai simbol kemenangan di level tertinggi.

BWF berharap museum tersebut menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung yang datang ke Qingdao. Stuart menyebut kota itu dikenal karena menjadi lokasi cabang olahraga layar pada Olimpiade Beijing 2008, serta disebut sebagai kota olahraga dengan populasi pemain bulutangkis yang besar.

“Kami berharap orang akan datang ke Qingdao bukan hanya untuk melihat sebuah kota yang indah tetapi juga untuk melihat museum dan belajar tentang sejarah bulutangkis, belajar tentang pemenang dan belajar tentang orang dalam olahraga kita. Museum ini harus menjadi sebuah pusat yang menarik orang untuk pertukaran sejarah dan budaya,” ujar Stuart.