BERITA TERKINI
Bupati Sumba Tengah Dorong Gerakan Tanam Kopi Robusta, Target 50.000 Pohon hingga 31 Januari 2026

Bupati Sumba Tengah Dorong Gerakan Tanam Kopi Robusta, Target 50.000 Pohon hingga 31 Januari 2026

WAIBAKUL — Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu, mendorong masyarakat beralih ke pertanian jangka panjang melalui Gerakan Menanam Sejuta Harapan Kopi Robusta. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas kopi robusta sekaligus membangun warisan pertanian berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Arahan tersebut disampaikan Bupati Paulus saat bertemu kelompok tani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan para kepala desa di Kantor Camat Umbu Ratu Nggay Barat, Jumat (23/1/2026). Ia menekankan bahwa pertanian tidak semestinya berhenti pada satu kali tanam dan panen, melainkan perlu dikembangkan sebagai usaha yang berkesinambungan.

Camat Umbu Ratu Nggay Barat, Drimianto U. S. Balla, melaporkan sejumlah desa telah menyiapkan lahan dan lubang tanam. Desa Daha Elu disebut siap melakukan peluncuran kegiatan, sementara kelompok tani lainnya telah menyiapkan sekitar 1.500 lubang tanam.

Adapun Desa Anapalu dan Desa Wairasa dijadwalkan mulai menyiapkan lahan pada pekan berikutnya.

Bupati Paulus menetapkan target hingga 31 Januari 2026 seluruh kepala desa sudah menyiapkan lahan dan lubang tanam, serta melaporkannya melalui PPL. Target penanaman yang ingin dicapai adalah 50.000 pohon kopi robusta. “Siapa yang siap, itu yang akan dilayani untuk tanam,” ujar Bupati Paulus.

Ia menegaskan koordinasi antara kepala desa, PPL, dan kelompok tani menjadi kunci agar program berjalan sesuai rencana. Bupati juga menekankan pelaksanaan Program PK POM harus tepat sasaran, dengan penerima dibekali rekomendasi kepala desa dan diverifikasi menggunakan data Bappeda. Setiap kepala desa diminta membuat model PK POM di wilayah masing-masing serta menyusun jadwal peluncuran kegiatan.

Selain itu, Bupati Paulus menyampaikan rencana pembentukan Komunitas Relawan Robusta. Pola yang disiapkan adalah satu hektare lahan ditanami 1.000 anakan kopi. Benih akan disediakan oleh Bupati, sementara anggota komunitas bertanggung jawab menyiapkan lahan dan lubang tanam. Penanaman direncanakan berlangsung pada November 2026.

Melalui langkah-langkah tersebut, Bupati Paulus berharap Sumba Tengah tidak hanya menjadi sentra kopi robusta, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat menuju pertanian modern dan berkelanjutan.