Kabupaten Pati memiliki destinasi agrowisata di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, yang dikenal sebagai Bukit Naga Jolong. Berada di lereng Gunung Muria, kawasan ini menawarkan suasana pegunungan yang asri sekaligus pengalaman wisata berbasis pertanian bagi pengunjung yang ingin menikmati udara dataran tinggi.
Nama “Bukit Naga” merujuk pada hamparan kebun buah naga yang menjadi ikon utama di lokasi tersebut. Di balik daya tariknya, Bukit Naga Jolong juga menyimpan nilai sejarah karena awalnya merupakan perkebunan kopi peninggalan era kolonial Belanda. Seiring waktu, area ini bertransformasi menjadi agrowisata dengan penambahan berbagai tanaman buah, tanpa menghilangkan jejak historisnya.
Konsep pengembangan kawasan ditujukan untuk memperkaya pilihan wisata sekaligus menghadirkan sisi edukasi. Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga dapat mempelajari proses budidaya aneka tanaman. Di kebun buah naga, wisatawan diperbolehkan memetik dan menikmati buah segar langsung dari pohonnya.
Warisan lain yang masih dapat dijumpai adalah pabrik penggilingan kopi yang telah berdiri sejak masa Belanda. Keberadaan pabrik ini menambah unsur nostalgia dan edukasi sejarah, dengan jejak arsitektur serta mesin lama yang menjadi penanda kejayaan industri kopi pada masa lampau.
Dari puncak bukit, pengunjung dapat menikmati panorama 360 derajat. Titik pandang ini juga kerap dimanfaatkan untuk menyaksikan matahari terbit maupun matahari terbenam, sekaligus menjadi lokasi favorit bagi pencinta fotografi dan penikmat lanskap.
Pengelola menyediakan sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan, mulai dari gazebo, area permainan anak, kolam renang, hingga terapi ikan. Di kawasan ini juga terdapat kedai kopi dan warung makanan yang menyajikan kuliner lokal, serta fasilitas dasar seperti mushola, toilet, dan area parkir.
Harga tiket masuk Bukit Naga Jolong dipatok Rp15.000 per orang. Adapun tarif parkir sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Kawasan wisata ini buka setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Akses menuju lokasi disebut dapat ditempuh sekitar 45 menit dari pusat Kota Pati. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan melewati pemandangan pedesaan dengan kondisi jalan yang memadai untuk kendaraan pribadi maupun umum.

