Surabaya – Hobi memasak yang dijalani Nico Njoto Wijaya dengan memanfaatkan garlic powder atau bawang putih bubuk berkembang menjadi usaha bumbu instan rumahan yang kini mempekerjakan 15 karyawan. Produk yang ia rintis sejak 2019 itu diberi nama Garlickys dan dipasarkan melalui berbagai kanal penjualan, termasuk marketplace.
Garlickys bermula dari kebiasaan Nico membuat bumbu dapur untuk konsumsi pribadi. Atas dorongan teman-temannya, ia mulai menjual produk tersebut. Namun, respons pasar pada masa awal belum sesuai harapan.
“Kami mulai menjual, tapi awalnya tidak laku. Lalu kami evaluasi, terutama dari sisi kemasan. Setelah packaging diperbaiki dan lebih profesional, produk mulai diterima pasar,” ujar Nico, Senin, 9 Februari 2026.
Selain garlic powder, Garlickys juga memproduksi garlic butter atau mentega dengan cita rasa bawang putih. Dalam perjalanannya, Nico menghadapi tantangan pasokan bahan baku, terutama rempah berkualitas seperti parsley.
Untuk menjaga kualitas, Garlickys memutuskan membeli bahan baku dalam jumlah besar. Langkah ini kemudian memunculkan ide untuk menjual rempah-rempah sebagai produk tersendiri dan menjadi titik pertumbuhan baru bagi usaha tersebut.
Dari yang awalnya hanya memiliki beberapa varian garlic butter, Garlickys kini memiliki 41 varian rempah-rempah. Rinciannya mencakup tiga varian garlic butter dan dua varian bawang goreng, serta rencana penambahan varian baru dalam waktu dekat.
Penjualan dilakukan secara online dan offline. Selain melalui marketplace, Garlickys juga memasok produk ke restoran dan industri kuliner. Target pasar pun berkembang, tidak hanya menyasar ibu rumah tangga, tetapi juga konsumen pria dan masyarakat yang membutuhkan bumbu praktis untuk memasak sehari-hari.
“Awalnya kami mengira pasar utama adalah ibu-ibu, tetapi ternyata banyak juga konsumen laki-laki, termasuk mereka yang sedang diet dan membutuhkan bumbu praktis untuk makanan rebus,” kata Nico.
Dari sisi penjualan, Garlickys mencatat rata-rata 400 hingga 500 pesanan per hari melalui marketplace. Penjualan meningkat pada momen tertentu seperti Ramadan, Imlek, dan Natal. Pada kampanye tanggal kembar seperti 12.12, penjualan disebut naik hingga tiga sampai empat kali lipat.
Pertumbuhan bisnis ini membawa Garlickys meraih penghargaan Shopee Super Awards 2025 kategori Super Growing Export, dengan pertumbuhan bisnis lebih dari 213 persen. Melalui Program Ekspor Shopee, penjualan ekspor Garlickys juga tercatat meningkat sekitar 200 persen sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Di tengah persaingan bisnis rempah yang ketat, Nico menegaskan strategi Garlickys tidak bertumpu pada perang harga. Ia menyebut fokus utama perusahaan adalah menjaga kualitas produk, pelayanan, serta kecepatan pengiriman.
“Yang bisa kami lakukan adalah terus memperbaiki kualitas produk, kemasan, dan layanan. Jangan menurunkan kualitas hanya untuk mengejar harga murah, karena pelanggan yang sudah loyal bisa berpindah,” ujarnya.
Dengan pertumbuhan yang berlanjut dan terbukanya pasar ekspor, Garlickys menargetkan perluasan varian produk sekaligus memperkuat distribusi agar rempah lokal dapat menjangkau pasar global lebih luas.

