BERITA TERKINI
Batu Street Food Festival ke-8 Digelar 20–22 November 2025, Sajikan Menu Hotel dengan Harga Terjangkau

Batu Street Food Festival ke-8 Digelar 20–22 November 2025, Sajikan Menu Hotel dengan Harga Terjangkau

Batu Street Food Festival (BSFF) kembali digelar di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, mulai Kamis (20/11/2025). Festival kuliner tahunan ini berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (22/11/2025), dengan jam operasional pukul 10.00–21.00 WIB.

BSFF merupakan agenda kolaborasi Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu. Pada penyelenggaraan kedelapan ini, BSFF menekankan pengangkatan potensi menu panganan lokal dengan kualitas terbaik, sekaligus menghadirkan sajian dari hotel dan restoran berbintang di Kota Batu dengan harga yang lebih terjangkau.

Mengusung tema “Sae Ning Roso, Sae Ning Ati, Mbatu Ning Ati”, festival ini mengajak masyarakat merasakan menu premium dengan harga kaki lima. Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto menyampaikan, terdapat sekitar 33 tenant peserta dari hotel dan restoran di Kota Batu. Peserta berasal dari anggota PHRI maupun forum desa wisata (fordewi) Kota Batu.

Onny berharap kegiatan ini dapat mendorong perkembangan kuliner di sektor perhotelan dan pariwisata. Dalam rangkaian kegiatan, BSFF juga menghadirkan sesi berbagi bersama perwakilan Master Chef Indonesia (MCI) untuk berinteraksi dengan chef hotel di Kota Batu. Menurut Onny, momentum ini sekaligus menjadi langkah mengenalkan makanan khas Kota Batu sebagai dukungan menuju Kota Batu sebagai city of gastronomy.

Salah satu agenda yang ditampilkan adalah atraksi live cooking oleh Chef Una (Master Chef Indonesia 10). Demo masak tersebut turut mengundang Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto untuk terlibat langsung dalam proses memasak hingga penyajian menu ayam bumbu rujak.

Selain kuliner, BSFF juga diisi berbagai kompetisi dan hiburan, seperti Eat Challenge (lomba makan), Cooking Competition, Fashion Show, Singing Competition, Kids Coloring Competition, dan E-Sport Competition. Panitia juga menampilkan pertunjukan budaya, di antaranya seni bantengan serta penampilan dari talent hotel, yang diharapkan dapat menarik kunjungan wisata ke Kota Batu.

Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan festival ini membuka akses masyarakat untuk mencicipi kuliner hotel dengan harga yang lebih terjangkau. Beragam menu ditawarkan, seperti aneka ramen, suki, bakso, dan olahan ayam. Ia berharap warga, khususnya masyarakat Kota Batu, tidak sungkan menikmati sajian ala hotel dan restoran.

Wali Kota Batu Nurochman menilai ragam kuliner yang disajikan mencerminkan filosofi makanan di Kota Batu, terutama dalam memberikan pilihan kuliner bagi wisatawan. Ia juga menyebut sinergi tersebut dapat memperkaya khazanah kuliner Kota Batu ke depan. Nurochman menambahkan, Kota Batu tidak hanya ingin dikenal sebagai kota wisata, tetapi juga menargetkan realisasi sebagai kota gastronomi oleh UNESCO pada 2027.