Suasana Lebaran kerap diisi dengan silaturahmi bersama keluarga. Di Kota Batu, kegiatan ngopi bareng disebut menjadi salah satu pilihan untuk menemani momen kebersamaan tersebut. Salah satu kopi yang direkomendasikan untuk disajikan adalah Kopi Toraja.
Barista Kota Batu, Fris Wilen Weri Brata Sarambai, menyarankan Kopi Toraja Kalosi jenis arabika yang diseduh dengan metode tubruk. Menurutnya, cara seduh tersebut masih menjadi favorit selera Nusantara dan cocok untuk hidangan saat Lebaran.
“Kopi Toraja kalosi jenis Arabica dengan metode seduhan di tubruk selera Nusantara masih juara dan cocok disajikan saat lebaran ini,” kata Wilen, Jumat (21/5/2021).
Aroma kuat dan cara seduh yang mudah
Wilen menilai Kopi Toraja cocok disajikan karena memiliki aroma wangi dan kuat, serta rasa yang nikmat. Ia menyebut karakter tersebut dapat membantu menciptakan suasana yang lebih akrab saat berkumpul bersama keluarga.
Selain itu, pengolahan Kopi Toraja dinilai sederhana. Dengan metode seduh tubruk, kopi dapat dibuat oleh siapa pun tanpa memerlukan peralatan khusus.
Di pasaran, Kopi Toraja juga disebut mudah ditemukan dalam berbagai ukuran kemasan, mulai 250 gram, 500 gram, hingga 1.000 gram.
Metode seduh di kafe
Wilen mengatakan, seduhan di rumah tidak memerlukan alat khusus. Namun, di kafe biasanya digunakan beberapa metode manual maupun mesin.
- Tubruk
- V60
- Vietnam Drip
- Aeropres
- Shyphoncoffe
Tips menyeduh kopi
Dalam kesempatan yang sama, Wilen membagikan tips menyeduh kopi. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan. Selain itu, ia menyarankan takaran seduh standar 1:15, yakni 1 gram kopi dibanding 15 cc air panas, dengan suhu 85–100 derajat Celsius.
Meski demikian, ia menyebut takaran dan kondisi seduh tetap perlu disesuaikan dengan jenis kopi yang digunakan.
Wilen juga menjelaskan bahwa sebelum kopi dihidangkan, biasanya dilakukan proses cupping atau tester untuk tiap jenis kopi. Menurutnya, jumlah dan jenis roasting dapat berbeda-beda untuk menemukan rasa yang paling sesuai selera.

