BERITA TERKINI
Asia Festival 2026 di Malang Angkat “Parade Mie Nusantara” dengan 120+ Varian

Asia Festival 2026 di Malang Angkat “Parade Mie Nusantara” dengan 120+ Varian

Institut Asia Malang menggelar Asia Festival 2026 di Begawan Plaza, Kota Malang, Sabtu (24/1/2026). Acara berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 21.00 WIB dan dipadati ribuan pengunjung yang datang sejak pagi.

Festival ini digagas dan dijalankan sepenuhnya oleh mahasiswa semester tiga sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik. Tema yang diusung adalah “Parade Mie Nusantara: Lebih dari 120+ Varian Mi Nusantara”, yang menampilkan ragam olahan mi dari berbagai daerah.

Koordinator Humas Asia Festival 2026, Fajar Agil Heryanto, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan berangkat dari mata kuliah wajib Business in Practice dan Technology in Practice (BPTIP) yang diikuti seluruh program studi di Institut Asia Malang. “Event ini awalnya adalah tugas perkuliahan, tetapi dikemas sebagai sebuah inovasi yang inspiratif, edukatif, meriah, dan berdampak. Harapannya, Asia Festival bisa menjadi media pembelajaran yang berharga sekaligus memiliki nilai pencapaian dan sejarah,” kata Fajar.

Rangkaian kegiatan utama mencakup jelajah kuliner mi Nusantara, Noodle Battle, Cooking Battle, penampilan seni tradisional, hingga live music. Panitia menyebut festival tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga wadah edukasi, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin.

Dalam festival tersebut, mahasiswa menyajikan lebih dari 120 menu mi khas Nusantara. Setiap stan menghadirkan racikan bumbu dan konsep kuliner berbasis budaya lokal. Dengan estimasi awal sekitar 5.000 porsi, total penjualan diperkirakan melampaui 6.000 porsi seiring bertambahnya menu dan tingginya antusiasme pengunjung.

Fajar mengatakan pemilihan mi sebagai fokus utama didasari fleksibilitas inovasi kuliner. “Mi memiliki banyak variasi dan lebih memungkinkan untuk dikreasikan dibandingkan kuliner lain. Selain itu, kami juga menargetkan pemecahan rekor konsumsi atau penjualan mi terbanyak se-Indonesia,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraannya, Asia Festival 2026 bekerja sama dengan sejumlah mitra, termasuk Mi Bola Mas sebagai pemasok bahan dasar mi dengan berbagai jenis bentuk, serta dukungan sponsor dan media partner. Seluruh keuntungan penjualan disebut menjadi hak masing-masing kelompok mahasiswa sebagai bagian dari praktik bisnis nyata.

Selain pameran kuliner, acara juga menghadirkan Cooking Battle Festival Masakan Nusantara 2026 yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Malang Raya, Mojokerto, dan Surabaya. Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional yang terdiri dari Chef Harry, Chef Okky, serta praktisi kuliner yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Berdasarkan hasil penilaian, juara favorit diraih tim Luvaris dari SMKN 1 Gedangan dengan nilai 261. Tim ini mendapatkan hadiah uang tunai Rp250.000, potongan biaya daftar ulang 50 persen, serta voucher Rp1.000.000.

Juara ketiga diraih tim Cook Fighter dari SMKN 1 Gedangan dengan nilai 263, dengan hadiah uang tunai Rp500.000 serta potongan biaya daftar ulang 50 persen senilai Rp2.375.000. Juara kedua ditempati tim Brigade Kitchen dari SMKN 1 Turen dengan nilai 265, memperoleh uang tunai Rp750.000, pembebasan biaya daftar ulang senilai Rp4.750.000, serta uang pembinaan yang didukung HIPMI Kota Malang.

Adapun juara pertama diraih tim Manifas Rasa dari SMKN 1 Turen dengan nilai 273. Tim ini menerima hadiah uang tunai Rp1.000.000 serta beasiswa potongan biaya pendidikan senilai Rp11.250.000. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Chef Harry, Chef Okky, serta perwakilan sponsor, termasuk Cipto Suwarno Kurniawan dari Mi Bola Mas dan perwakilan dari Siloam Malang.

Panitia juga memberikan penghargaan untuk tenant mahasiswa. Penghargaan Best Innovation diberikan kepada tenant Mifota dari booth B-42. Penghargaan Best Booth diraih booth B-32 bertema “Merry Christmas”, sementara penghargaan Customer Engagement diberikan kepada booth B-13 yang mengangkat tema daerah Sunda.

Sejumlah pertunjukan seni turut memeriahkan acara, di antaranya tari Kendedes oleh siswa TK, SD, dan SMP dari sanggar tari Joyo Arum Manunggal, pertunjukan Keroncong Nyelentang, pentas Teater Suara Langit dari UKM Institut Asia Malang, hingga konser penutup oleh Eastcape.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi awarding dan pengumuman resmi pencatatan Rekor MURI. Melalui kegiatan ini, Institut Asia Malang menyatakan komitmennya menghadirkan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan dunia nyata. “Kami berharap Asia Festival dapat meningkatkan engagement Institut Asia, sekaligus menginspirasi mahasiswa untuk aktif berkolaborasi, berinovasi, dan berani berkarya,” pungkas Fajar.

Asia Festival direncanakan menjadi agenda tahunan dengan tema yang terus berkembang, sebagai upaya mendorong kreativitas, kewirausahaan, dan pelestarian budaya Nusantara di kalangan generasi muda.