Amerika Serikat memaparkan sejumlah alasan di balik keputusan untuk menarik diri dari World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia. Pemerintah AS menilai WHO gagal dalam penanganan awal pandemi Covid-19, yang disebut berasal dari Wuhan, Tiongkok, sehingga menyebar ke berbagai negara.
Kepastian dimulainya langkah penarikan diri itu diumumkan oleh White House pada Kamis (22/1/2026) waktu setempat. Dalam keterangannya, White House menyatakan kekecewaan karena WHO dinilai menunda deklarasi keadaan darurat kesehatan masyarakat global dan status pandemi pada fase awal kemunculan virus. Menurut AS, penundaan tersebut membuat dunia kehilangan waktu penting selama beberapa pekan ketika virus terus menyebar.
AS juga mengkritik pimpinan WHO yang disebut menggemakan dan memuji respons China, meski terdapat dugaan pelaporan yang kurang akurat pada tahap awal, penekanan informasi, serta keterlambatan dalam mengonfirmasi penularan dari manusia ke manusia. Selain itu, AS menilai WHO meremehkan risiko penularan tanpa gejala dan tidak segera mengakui penyebaran melalui udara.
Setelah pandemi, White House menyebut WHO tidak mengadopsi reformasi yang berarti untuk mengatasi pengaruh politik, kelemahan tata kelola, maupun koordinasi yang buruk. Kondisi tersebut, menurut AS, memperkuat kekhawatiran bahwa pertimbangan politik lebih diutamakan daripada tindakan kesehatan masyarakat yang cepat dan independen, sekaligus mengikis kepercayaan global.
AS turut menyoroti laporan WHO yang mengevaluasi kemungkinan asal-usul Covid-19. Dalam laporan tersebut, WHO menolak dugaan bahwa para ilmuwan menciptakan virus. Namun, AS menyatakan China menolak memberikan sekuens genetik dari individu yang terinfeksi pada awal pandemi, serta informasi mengenai aktivitas laboratorium di Wuhan dan kondisi keamanan hayatinya.
“Amerika Serikat adalah kekuatan terdepan di dunia dalam melindungi kesehatan masyarakat, menyelamatkan nyawa, dan merespons dengan cepat wabah penyakit menular,” demikian pernyataan White House.
White House juga menegaskan penilaian bahwa WHO gagal mengadopsi reformasi yang dibutuhkan dan tidak mampu menunjukkan independensi dari pengaruh politik yang dinilai tidak pantas dari negara-negara anggota.
Pengakhiran keanggotaan AS di WHO turut disampaikan melalui pernyataan bersama Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F. Kennedy, Jr. dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Sebelumnya, pada 20 Januari 2025, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan rencana AS untuk keluar dari WHO.

