Sejumlah harga kebutuhan dapur di pasar tradisional Kabupaten Jembrana mengalami kenaikan pasca Lebaran. Kenaikan ini terlihat dari pantauan di beberapa pasar tradisional pada Selasa, 31 Maret 2026.
Selain dipicu meningkatnya permintaan, sejumlah komoditas disebut lebih sulit diperoleh dari distributor. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai kecil yang dalam tiga hari terakhir naik hampir separuh harga.
Harga cabai kecil yang pada pekan lalu masih Rp50 ribu per kilogram, kini berada di kisaran Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram dan terus merangkak naik. “Baru tiga hari lalu masih Rp50 ribu, sekarang sudah mencapai Rp80 ribu (cabai) yang super,” kata Made Sulastri, pedagang di Pasar Umum Jembrana.
Ia memperkirakan harga cabai masih berpotensi naik dalam beberapa hari ke depan karena pasokan cabai dari Pulau Jawa disebut tersendat. “Biasanya habis hari raya begini juga, pasokan kiriman belum banyak,” ujarnya.
Selain cabai, sejumlah komoditas lain juga dilaporkan masih tinggi. Harga ayam potong broiler berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram, sementara ayam kampung sekitar Rp80 ribu per kilogram.
Di sisi lain, Dinas UKM, Koperasi dan Perdagangan Jembrana turut mencatat adanya kenaikan harga barang di pasar, termasuk cabai rawit yang saat ini naik menjadi Rp80 ribu per kilogram. Kepala Bidang Perdagangan, Citra, menyampaikan stok bahan pokok masih terpenuhi, namun kenaikan terjadi pada kebutuhan bahan dapur seperti cabai dan bawang merah.
Dalam catatan dinas, harga cabai sempat mencapai Rp90 ribu per kilogram, naik dari sehari sebelumnya Rp70 ribu per kilogram. Sementara bawang merah tercatat Rp37 ribu per kilogram.

