BERITA TERKINI
Zalta Cafe di Samarinda Seberang Dorong Kolaborasi UMKM dan Buka Peluang Kerja bagi Mahasiswa

Zalta Cafe di Samarinda Seberang Dorong Kolaborasi UMKM dan Buka Peluang Kerja bagi Mahasiswa

Usaha kuliner di Kota Samarinda terus berkembang dan menjadi salah satu sektor yang membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Di tengah tren tersebut, Zalta Cafe yang berlokasi di Jalan APT Pranoto Nomor 16, Samarinda Seberang, hadir tidak hanya sebagai tempat makan dan berkumpul, tetapi juga membawa misi memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta menyediakan kesempatan kerja bagi mahasiswa.

Pemilik Zalta Cafe, Imran, mengatakan pendirian kafe ini berangkat dari keinginan untuk ikut mendorong peningkatan ekonomi di sektor UMKM di Samarinda. Selain itu, Zalta Cafe juga ditujukan untuk membuka lapangan pekerjaan, termasuk pekerjaan lepas, bagi masyarakat yang membutuhkan penghasilan tambahan, terutama mahasiswa.

Menurut Imran, sebagian besar karyawan di Zalta Cafe merupakan mahasiswa aktif yang tetap menjalani perkuliahan sambil bekerja. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Zalta Cafe dibangun, dengan dua fokus utama: mendukung UMKM dan menyediakan peluang kerja.

Dari sisi konsep, Zalta Cafe dirancang sebagai ruang yang nyaman untuk berbagai aktivitas, mulai dari belajar, berkumpul, hingga bekerja dari kafe. Imran menjelaskan filosofi Zalta adalah menghadirkan tempat yang nyaman untuk pulang, bekerja, dan berkumpul, sehingga pengunjung dapat menggunakan ruang tersebut untuk berinteraksi maupun sekadar berbincang.

Dalam pengembangan menu, Zalta Cafe turut menggandeng pelaku UMKM lokal sebagai mitra. Imran menyampaikan pihaknya tidak menyusun menu secara mandiri, melainkan merangkul UMKM yang membawa produk mereka untuk kemudian dicek kesesuaiannya dengan standar Zalta Cafe sebelum digunakan. Sejumlah menu yang disebut menjadi favorit pengunjung antara lain aren latte, latte butterscotch, serta makanan seperti tahu bakso, donat, dan dimsum.

Imran juga menilai media sosial menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha. Menurutnya, media sosial berperan sebagai penghubung yang membantu memperkenalkan bisnis kepada masyarakat luas tanpa perlu melakukan promosi secara konvensional.

Meski demikian, ia mengakui perjalanan merintis usaha tidak lepas dari tantangan. Ia menyebut kendala utama pada masa awal pembangunan berasal dari proses pengerjaan interior yang sempat berganti-ganti vendor, serta pengelolaan sumber daya manusia yang perlu dilatih dari awal. Penyesuaian jadwal kerja dengan perkuliahan karyawan yang mayoritas mahasiswa juga menjadi bagian dari tantangan operasional.

Ke depan, Imran berharap Zalta Cafe dapat terus bertumbuh dari sisi finansial, pengembangan SDM, dan perluasan kerja sama dengan UMKM. Ia juga berharap pemerintah memberi perhatian lebih terhadap sektor UMKM agar industri kuliner lokal semakin berkembang.