BERITA TERKINI
Harkopnas ke-79 di Rembang Diisi Pembagian 400 Paket Sembako dan Tradisi Ngralisi Lontong Tuyuhan

Harkopnas ke-79 di Rembang Diisi Pembagian 400 Paket Sembako dan Tradisi Ngralisi Lontong Tuyuhan

REMBANG — Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Kabupaten Rembang digelar sederhana di halaman Kantor Bupati Rembang. Meski tanpa kemewahan, kegiatan ini menonjolkan aksi kepedulian sosial sekaligus pelestarian kuliner lokal.

Rangkaian acara tidak hanya berisi upacara formal. Seusai prosesi, panitia membagikan ratusan paket sembako kepada warga prasejahtera. Total sebanyak 400 paket disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Fahrudin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi perkembangan koperasi di Rembang yang dinilai terus menunjukkan tren positif, baik dari sisi penguatan kelembagaan maupun perluasan lini usaha.

Fahrudin juga menekankan pentingnya kepekaan sosial koperasi. Ia berharap gerakan koperasi terus konsisten membantu warga yang masih mengalami kesulitan ekonomi, sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi akar berdirinya koperasi.

Bantuan tersebut dirasakan langsung oleh pekerja sektor informal. Wage, seorang penarik becak, mengaku terbantu dengan paket pangan yang diterimanya di tengah kondisi ekonomi yang menantang. “Dapat sembako beras, minyak, Sarimi. Alhamdulillah disyukuri,” ujarnya.

Selain aksi sosial, kegiatan Harkopnas di Rembang juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Panitia memborong sedikitnya 500 porsi Lontong Tuyuhan dari pedagang UMKM lokal untuk disajikan dalam tradisi “ngralisi”, yakni makan bersama yang diikuti peserta upacara.

Ratusan porsi kuliner khas Rembang itu menjadi bagian dari upaya memberi dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kecil, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada peserta kegiatan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan Harkopnas ke-79 di Rembang menegaskan peran koperasi tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga wadah kepedulian sosial serta ruang pelestarian tradisi lokal.