BERITA TERKINI
Yummy Expo 2026 Dorong Kolaborasi Industri dan Perkuat Daya Saing Brand Kuliner Lokal

Yummy Expo 2026 Dorong Kolaborasi Industri dan Perkuat Daya Saing Brand Kuliner Lokal

Yummy Expo 2026 menempatkan kolaborasi sebagai salah satu strategi utama untuk memperkuat ekosistem industri kuliner Indonesia. Pada hari pertama, berbagai sesi diskusi menyoroti bagaimana kerja sama antarpelaku usaha tidak hanya memperluas eksposur, tetapi juga membuka peluang menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen.

Dalam sesi “Collab & Conquer”, para pelaku industri menegaskan bahwa kolaborasi dapat menjadi jalan untuk mendorong inovasi sekaligus memperluas kesempatan bertumbuh. Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Andy Ruswar, menyatakan Yummy Expo 2026 mencerminkan kekuatan kolaborasi dalam ekosistem kuliner nasional. Ia berharap ajang ini dapat mendorong inovasi, memperkuat peran kreator, serta membuka lebih banyak peluang bagi pelaku industri untuk berkembang.

Dari sisi penguatan pasar global, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan, Dr. Miftah Farid, menilai Yummy Expo 2026 sebagai momentum penting untuk meningkatkan daya saing produk makanan dan minuman Indonesia di pasar internasional. Menurutnya, melalui kolaborasi dan penguatan kualitas, peluang memperluas jangkauan ekspor dinilai semakin terbuka.

Selain diskusi, penyelenggara juga menghadirkan program interaktif seperti sesi memasak (cookversation) dan aktivitas eksplorasi rempah yang melibatkan pengunjung secara langsung. Pendekatan ini ditujukan untuk memperkuat keterlibatan audiens sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung selama acara berlangsung.

Puncak hari pertama ditandai dengan penyelenggaraan Yummy Awards 2026 yang memberikan apresiasi kepada pelaku industri atas inovasi dan kontribusinya. Sejumlah brand, antara lain Fore Coffee, Kopi Kenangan, dan Lemonilo, masuk dalam daftar penerima penghargaan di berbagai kategori, termasuk inovasi rasa, keberlanjutan, dan transformasi digital.

Memasuki hari kedua, perhatian beralih pada perkembangan brand kuliner lokal yang dinilai semakin kompetitif di pasar domestik maupun global. Dalam sesi “Local Stories, Global Impact”, CEO Sour Sally Group Donny Pramono menekankan pentingnya fondasi bisnis yang kuat sebelum melakukan ekspansi. Ia menyoroti konsistensi kualitas, diferensiasi produk, serta positioning yang jelas sebagai faktor kunci agar brand mampu bersaing di tingkat global.

Ketua HIPMI Culinary Indonesia, Cikhita Virginia, turut menekankan perlunya ekosistem yang kolaboratif untuk mendorong pertumbuhan brand lokal. Menurutnya, potensi pelaku usaha Indonesia besar, namun membutuhkan ruang kolaborasi agar dapat berkembang bersama.

Hari kedua juga diisi sejumlah aktivitas interaktif, mulai dari pengalaman meracik kopi ala kafe hingga eksplorasi inovasi menu lokal seperti “Ayam Kremes Sambal Tangkap”. Rangkaian kegiatan ini menegaskan pentingnya inovasi untuk menjaga relevansi produk dengan selera konsumen yang terus berubah.

Isu standar halal juga menjadi salah satu sorotan. Para pembicara menekankan bahwa halal tidak hanya berkaitan dengan produk akhir, melainkan mencakup keseluruhan proses produksi, mulai dari bahan baku hingga peralatan. Pendekatan menyeluruh tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas sekaligus membangun kepercayaan konsumen.

Melalui rangkaian acara selama dua hari, Yummy Expo 2026 menegaskan perannya sebagai ruang temu dan katalis pertumbuhan industri kuliner Indonesia. Ajang ini tidak hanya menampilkan tren dan inovasi, tetapi juga mendorong kolaborasi yang lebih luas guna memperkuat daya saing brand lokal di tengah persaingan pasar yang kian kompetitif.