BERITA TERKINI
William Wongso Soroti Tingginya Bisnis Kuliner yang Tutup, Dorong Anak Muda Berinovasi Berbasis Pengetahuan Bahan

William Wongso Soroti Tingginya Bisnis Kuliner yang Tutup, Dorong Anak Muda Berinovasi Berbasis Pengetahuan Bahan

Industri kuliner Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan, terutama dengan meningkatnya peran generasi muda. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan McKinsey Food Service Report 2024 mencatat lebih dari separuh wirausahawan baru di sektor kuliner berasal dari kalangan muda.

Namun, pertumbuhan tersebut dibayangi tantangan keberlanjutan usaha. Disebutkan bahwa hanya satu dari lima bisnis kuliner baru yang mampu bertahan lebih dari tiga tahun. Kondisi ini antara lain dipengaruhi minimnya pemahaman operasional serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika industri.

Situasi tersebut menjadi perhatian pengamat kuliner William Wongso. Dalam rangkaian kegiatan edukatif bertajuk EPIC yang digelar di Malang pada 9 Desember 2025, William menekankan pentingnya inovasi yang bertumpu pada pengetahuan bahan pangan sebagai kunci menjaga keberlangsungan bisnis kuliner.

“Dengan berkembangnya industri kuliner dan teknologi pangan, kita bisa melakukan inovasi salah satunya dengan melakukan substitusi bahan. Misalnya, untuk orang yang tidak bisa mengonsumsi santan atau susu, bisa menggunakan FiberCreme sebagai pengganti untuk tetap memunculkan rasa creamy dengan tambahan manfaat tinggi serat,” ujar William Wongso dalam keterangannya, dikutip Selasa, 27 Januari 2026.

Pernyataan itu menggambarkan pendekatan yang menekankan keseimbangan antara menjaga cita rasa autentik dan membuka ruang inovasi agar produk kuliner tetap relevan dengan kebutuhan konsumen modern, termasuk terkait aspek kesehatan dan keberlanjutan.

Program EPIC disebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Ellenka untuk membekali pelaku industri kuliner masa depan. Kegiatan ini dirancang tidak hanya menyasar pelaku UMKM yang sudah berjalan, tetapi juga siswa dan calon pebisnis makanan dan minuman (F&B) agar memiliki pola pikir wirausaha sejak dini.

Brand Management Manager Ellenka, Bryan Prananto, mengatakan EPIC ditujukan untuk memperluas dampak edukasi industri. “EPIC menjadi langkah strategis Ellenka dalam memperluas dampak edukasi, tidak hanya bagi pelaku usaha yang telah berjalan, tetapi juga bagi calon pelaku industri F&B. Diharapkan, program ini dapat menumbuhkan pola pikir wirausaha, mendorong inovasi, serta mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan industri kuliner Indonesia ke depan,” ujarnya.